5 Kebudayaan Unik Khas Indonesia

5 Kebudayaan Unik Khas Indonesia

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma


Upacara Tabuik Sumatera Barat.


Berasal dari kata ‘tabut’, dari bahasa Arab yang berarti mengarak, upacara Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam kalender Islam.

Konon, Tabuik dibawa oleh penganut Syiah dari timur tengah ke Pariaman, sebagai peringatan perang Karbala. Upacara ini juga sebagai simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW itu. Karena kemeriahan dan keunikan dalam setiap pagelarannya, Pemda setempat pun kemudian memasukkan upacara Tabuik dalam agenda wisata Sumatera Barat dan digelar setiap tahun.

Dua minggu menjelang pelaksanaan upacara Tabuik, warga Pariaman sudah sibuk melakukan berbagai persiapan. Mereka membuat serta aneka penganan, kue-kue khas dan Tabuik. Dalam masa ini, ada pula warga yang menjalankan ritual khusus, yakni puasa.

Selain sebagai nama upacara, Tabuik juga disematkan untuk nama benda yang menjadi komponen penting dalam ritual ini. Tabuik berjumlah dua buah dan terbuat dari bambu serta kayu. Bentuknya berupa binatang berbadan kuda, berkepala manusia, yang tegap dan bersayap. Oleh umatIslam, binatang ini disebut Buraq dan dianggap sebagai binatang gaib. Di punggung Tabuik, dibuat sebuah tonggak setinggi sekitar 15 m. Tabuik kemudian dihiasi dengan warna merah dan warna lainnya dan akan di arak nantinya.


Makepung, Balap Kerbau Masyarakat Bali.



Kalau Madura punya Kerapan Sapi, maka Bali memiliki Makepung. Dua tradisi yang serupa tapi tak sama, namun menjadi tontonan unik yang segar sekaligus menghibur. yang dalam bahasa Indonesia berarti berkejar-kejaran, adalah tradisi berupa lomba pacu kerbau yang telah lama melekat pada masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana. Tradisi ini awalnya hanyalah permainan para petani yang dilakukan di sela-sela kegiatan membajak sawah di musim panen. Kala itu, mereka saling beradu cepat dengan memacu kerbau yang dikaitkan pada sebuah gerobak dan dikendalikan oleh seorang joki.

Makin lama, kegiatan yang semula iseng itu pun berkembang dan makin diminati banyak kalangan. Kini, Makepung telah menjadi salah satu atraksi budaya yang paling menarik dan banyak ditonton oleh wisatawan termasuk para turis asing. Tak hanya itu, lomba pacu kerbau inipun telah menjadi agenda tahunan wisata di Bali dan dikelola secara profesionalSekarang ini, Makepung tidak hanya diikuti oleh kalangan petani saja. Para pegawai dan pengusaha dari kota pun banyak yang menjadi peserta maupunsupporter. Apalagi, dalam sebuah pertarungan besar, Gubernur Cup misalnya, peserta Makepung yang hadir bisa mencapai sekitar 300 pasang kerbau atau bahkan lebih. Suasana pun menjadi sangat meriah dengan hadirnya para pemusik jegog(gamelan khas Bali yang terbuat dari bambu) untuk menyemarakkan suasana lomba.


Atraksi Debus Banten


Atraksi yang sangat berbahaya yang biasa kita kenal dengan sebutan Debus, Konon kesenian bela diri debus berasal dari daerah al Madad. Semakin lama seni bela diri ini makin berkembang dan tumbuh besar disemua kalangan masyarakat banten sebagai seni hiburan untuk masyarakat. Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap serangan benda tajam, dan semacam senjata tajam ini disebut dengan debus.

Kesenian ini tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, bersamaan dengan berkembangnya agama islam di Banten. Pada awalna kesenian ini mempunyai fungsi sebagai penyebaran agama, namun pada masa penjajahan belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa. Seni beladiri ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan rakyat banten melawan penjajahan yang dilakukan belanda. Karena pada saat itu kekuatan sangat tidak berimbang, belanda yang mempunyai senjata yang sangat lengkap dan canggih. Terus mendesak pejuang dan rakyat banten, satu satunya senjata yang mereka punya tidak lain adalah warisan leluhur yaitu seni beladiri debus.

Karapan sapi Masyarakat Madura Jawa Timur


Karapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura Jawa Timur, Dalam even karapan sapi para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum memulai para pemilik biasanya melakukan ritual arak-arakan sapi disekelilingi pacuan disertai alat musik seronen perpaduan alat music khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi semakin meriah.

Panjang rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai dengan 200 meter, yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Tentu sangat cepat kecepatan sapi – sapi tersebut, selain kelihaian joki terkadang bamboo yang digunakan untuk menginjak sang joki melayang diudara karena cepatnya kecepatan sapi sapi tersebut. Untuk memperoleh dan menambah kecepatan laju sapi tersebut sang joki, pangkal ekor sapi dipasangi sabuk yang terdapat penuh paku yang tajam dan sang joki melecutkan cambuknya yang juga diberi duri tajam kearah bokong sapi. Tentu saja luka ini akan membuat sapi berlari lebih kencang, tetapi juga menimbulkan luka disekitar pantat sapi. Jarak pemenang terkadang selisih sangat tipis, bahkan tidak jarang hanya berjarak 1 sd 2 detik saja. Karapan Sapi dimadura merupakan pagelaran yang sangat unik, selain sudah diwarisi secara turun menurun tradisi ini juga terjaga sampai sekarang. Even ini dijadikan sebagai even pariwisata di Indonesia, dan tidak hanya turis local dari mancanegara pun banyak yang menyaksikan karapan sapi ini.


Upacara Kasada Bromo


Upacara Kasada bromo dilakukan oleh masyarakat Tengger yang bermukim di Gunung Bromo Jawa Timur, mereka melakukan ritual ini untuk mengangkat seorang Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para tetua adat, mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera mantera. Beberapa hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan sesaji sesaji yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo. Pada malam ke 14 bulan Kasada Masyarakat tengger berbondong bondong dengan membawa ongkek yang berisi sesajo dari berbagai macam hasil pertanian dan ternak. Lalu mereka membawanya ke Pura dan sambil menunggu Dukun sepuh yang dihormati datang mereka kembali menghafal dan melafalkan mantera, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat
dipoten lautan pasir gunung bromo. Bagi masyarakat Tengger, peranan Dukun adalah sangat penting. Karena mereka bertugas memimpin acara – acara ritual, perkawinan dll.

Sebelum lulus mereka diwajibkan lulus ujian dengan cara menghafal dan lancar dalam membaca mantra mantra. Setelah Upacara selesai, ongkek – ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki gunung bromo ke atas kawah. Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Didalam kawah banyak terdapat pengemis dan penduduk tengger yang tinggal dipedalaman, mereka jauh jauh hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar. Penduduk yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas penduduk tengger pedalaman yang berada dikawah gunung bromo


Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

7 Pantai Terindah di Pulau Bali


Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Bali merupakan Pariwisata yang diakui oleh Seluruh Dunia akan keindahan alam dan kekayaan budayanya yang sangat kental, pantai di Balipun merupakan salah satu dari 10 pantai terbaik di Dunia, dimana dan apa sajakah pantai terindah dibali ini?


Padang Bai

Pantai Padang Bai terletak di pelabuhan penyebrangan Bali – Lombok yaitu Padang Bai, pantainya cukup terjaga kebersihan dan keindahannya. Bagi pemancing dan para penyelam (diver) sangat suka dipantai ini. Karena biarpun bersebelahan dengan pelabuhan tetapi biota lautnya masih sangat terjaga dengan baik. Namun hati hati kalau mau menyelam disini, terkadang arusnya sangat kencang.

Pantai Legian dan Seminyak

Memang pantai yang terletak di utara pantai kuta mempunyai suasana yang sama dengan pantai Kuta, tetapi pantai di Legian dan Seminyak yang membedakan dengan pantai Kuta adalah kebersihan dan suasana yang tidak begitu ramai. Pantai legian dan seminyak ini merupakan tempat favorite memotret sunset saya, karena suasana sunset setiap harinya tidak pernah sama dan sangat unik.

Pantai Dreamland.

Pantai ini sangat disukai turis turis mancanegara, pasir putihnya membentang sangat luas. Dan karang karang besar memperindah pantai ini, salah satu pantai pasir putih di bali yang sangat indah dan eksotik. Hanya sayang akses ke tempat ini agak susah karena harus memasuki komplek perumahan mewah dan jalan yang sangat curam kebawah, agar berhati hati dikala musim hujan.

Pantai Sanur

Daerah sanur dan sekitarnya salah satu daerah wisata yang pertama berkembang di Bali, kita dapat merasakan suasana desa dengan kedamaian dibandingkan di daerah pantai yang lain. Semenjak direnovasi besar besaran Pantai sanur saat ini berubah menjadi pantai yang sangat cantik dan bersahabat. Banyaknya aktivitas dan resort2 yang berada didaerah sanur tersebut membuat Pantai Sanur salah satu pantai alternative yang layak dikunjungi.

Pantai Amed dan Tulamben

Pantai Amed dan Tulamben adalah pantai yang bersebelahan, hampir mirip karakter kedua pantai ini. Tetapi pantai amed masih sangat perawan dan tidak banyak turis domestic yang dating kesini. Pantai Tulamben sangat disenangi oleh para Diver yang ingin menyelam disini. Karena disini terdapat kapal perang US yang karam dan tidak terlalu dalam. Sehingga pantai ini adalah salah satu pantai yang eksotik dibali,

Pantai Lovina

Pantai yang terkenal yang terletak di utara pulau Bali, karakter pasir disini sedikit berbeda dipantai pantai bali lainnnya karena pasir hitamnya. Selain itu yang sangat terkenal di Pantai Lovina ini adalah setiap pagi kita bisa menyaksikan segerombolan Ikan Lumba – lumba yang bermain di pantai ini, untuk melihat lumba lumba ini kita bisa menyewa perahu nelayan yang bisa dipesan dihotel atau langsung ke nelayannya. Jangan lupa membawa lensa tele dan wide, karena bisa saja tiba tiba lumba lumba tersebut muncul disamping anda.

Pantai Candi Dasa

Disebelah timur Pulau Bali dan 2 perjalanan dari Denpasar anda akan menemui daerah wisata yang cukup dikenal yaitu candi Dasa, dan keindahan pantainya yang sangat memukau. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di pantai ini, salah satunya adalah snorkeling dan diving bisa anda lakukan disini.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Brastagi Wisata Puncak Sumatera Utara

Photo and Text by Barry Kusuma

Jakarta mempunyai wisata puncak begitupun bandung dengan lembangnya, Medan mempunyai wisata puncak juga yang tidak kalah menarik dan indah. Yaitu didaerah Brastagi, perjalanan dari kota medan menuju brastagi memakan waktu 1.5 sd 2 jam perjalanan memakai kendaraan pribadi. Dengan angkutan umum bisa ditempuh dalam waktu 3 jam, karena jarak perjalanan kota medan menuju brastagi kurang lebih berjarak 80km. disepanjang perjalanan kita dapat menikmati pemandangan yang sangat indah disamping kiri dan kanan jalan kita bisa melihat pemandangan kebun teh dan tembakau, dan aktifitas keseharian masyarakat sumatera utara.

Sebelum memasuki brastagi kita akan melewati kaban jahe, disini banyak sekali areal perkebunan kebun teh dan tembakau, banyak pasar tradisional disekitar kaban jahe ini. Aktifitas pedagang dan pembeli dipasar layak untuk difoto, dan masyarakatnya pun sangat ramah dengan kedatangan turis dan wisatawan yang melihat. Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan ke brastagi, disini terasa udara semakin sejuk dan dingin. Ingin rasanya mampir dikedai kopi untuk menikmati kopi dan pemandangan disekitar pegunungan ini.

Brastagi merupakan daerah yang sangat indah, daerah yang terletak di Sumatera Utara yang mempunyai ketinggian 1400 meter diatas permukaan laut. Udara disini sangat bersih dan sejuk, ini

karena dikelilingi oleh pegunungan dan hutan – hutan yang sangat indah. Tidak terasa perjalanan selama 1.5jam menjadi sangat menyenangkan. Dari atas perbukitan kita dapat menikmati pemandangan yang hijau dan dapat melihat gunung berapi sinabung dan sibayak. Gunung berapi sibayak masih aktif sampai sekarang dan mempunyai ketinggian 2000 meter, letak gunung sibayak ini tidak jauh dari brastagi.

Tidak hanya itu, brastagi sangat terkenal akan sayur dan buah – buahnya, buah yang sangat terkenal disini adalah markisa. Markisa brastagi sangat terkenal sampai keseluruh Indonesia, dan banyak dibuat saripati sirup. Memang dibrastagi kalau kita tidak menikmati buah brastagi memang kurang lengkap rasanya, apalagi cuaca dingin dan sejuk sangat mendukung kita untuk memakan lebih banyak makanan.

Setelah itu kami melanjutkan ke tempat wisata Tongging, disana terdapat Air Terjun yang besar yaitu air terjun Sipiso Piso. Nama Piso mempunyai arti Pisau, memang air terjun ini tajam dan dalam dikelilingi oleh jurang yang sangat dalam di tana sumatera utara, jarak lokasi menuju air terjun ini kalau dari Kabanjahe berjarak 24 km. dan letaknya disekitar tepi

Danau Toba bagian utara. Disekiling air terjun ini mempunyai pemandangan dan jurang yang sangat indah, tinggi air terjun sipiso piso kira kira 130 meter. Saya sangat tertarik untuk menuju air terjun ini, karena jarak dari atas kebawah air terjun ini lumayan jauh jika berjalan kaki. Akhirnya saya memutuskan untuk berjalan menyusuri jalan setapak menuju Air Terjun Sipiso piso, untuk berjalan yang menikung dan curam ini harus sangat berhati hati. Banyak jalan setapak yang sudah rusak dan tidak jarang kita harus merangkak dan bergelayutan disisi jalan, sangat disarankan memakai sepatu dan air minum secukupnya. Untungnya disetiap perjalanan banyak rumah rumahan yang memang dibuat untuk istirahat para pejalan kakinya, jadi kalau tidak kuat atau tiba tiba hujan selama perjalanan kita bisa cukup istirahat.

Sesampai didasar Air Terjun Sipiso Piso, hilang rasa lelah kami karena pemandangan sungai dan air terjun dilihat secara langsung sangatlah indah. Hawa yang terpancar sangat sejuk karena serpihan bulir air dari air terjun membasahi muka kami yang membuat kami berlama lama tinggal dibawah, setelah mengambil beberapa foto kami akhirnya melanjutkan perjalanan kami ke atas. Pada saat jalan balik baru terasa capeknya, karena tidak terasa jalan menuju ke air terjun adalah kebawah. Dan saat ini kita harus mendaki sampai keatas.

Sesampai diatas dengan bersusah payah, kami berada di tempat Wisata Tongging, tongging terletak ditepi Danau Toba dibagian utara dekat air terjun sipiso piso. Ternyata dari sini pemandangan Danau toba sangatlah indah, danau toba diapit oleh 2 pegunungan dari tebing menyusuri kebawah. Kami melepas lelah disini, setelah dengan bersusah payah mendaki dari bawah air terjun sipiso piso. Rasa capek seperti lenyap seketika ketika kita menikmati keindahan Danau Toba, Brastagi meninggalkan kesan mendalam untuk saya. Suatu saat pasti saya akan kembali lagi.


Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma


Adu Cepat, Karapan Sapi.


Photo & Text by Barry Kusuma
www.barrykusuma.com

Karapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura Jawa Timur, bagi kebanyakan masyarakat Madura karapan sapi tidak hanya sebuah pesta rakyat atau acara yang diselenggarakan tiap tahun yang diwarisi secara turun temurun. Tetapi karapan sapi bagi masyarakat Madura adalah bentuk symbol prestise yang dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Madura, karena sapi yang digunakan untuk pertandingan merupakan sapi sapi yang berkualitas sangat baik tentu dengan perlakuan yang istimewa pula.

Pulau Madura tidak hanya dikenal sebagai penghasil garam, tetapi juga penghasil sapi sapi pacuan yang berkualitas sangat baik. Tidak jarang sang pemilik sapi mempersiapkan sapi pacuannya dengan memberikan pijatan khusus dan makanan tidak kurang dari 80 butir telur setiap harinya, agar stamina dan kekuatan sapi sapi tersebut terjaga. Bahkan perlakuan istimewa sapi sapi tersebut dibeberapa rumah terlihat ada yang menghiasi garasi bukan kendaraan mobil tetapi malah sapi tersebut yang berada digarasi rumah. Maklum saja karena untuk sapi yang memenangkan pertandingan dapat mencapai harga Rp 75juta per ekornya.

Dalam perayaan karapan sapi ini, harga diri para pemilik sapi dipertaruhkan. Kalau mereka dapat memenangkan pertandingan, selain hadiah uang didapat biasanya hadiah dari pertaruhan juga mereka dapatkan. Kalau merkea kalah dalam pertandingan ini, harga diri pemilik jatuh dan mereka habis uang yang tidak sedikit untuk karapan sapi ini. Karena perawatan sapi – sapi sebelum pertandingan mahal, dan biasanya mereka menyewa dukun agar menjaga sapinya selamat dari serangan jampi2 musuh mereka.

Perayaan besar karapan sapi ini diadakan 1x dalam setahun, tetapi untuk menuju final harus memenuhi beberapa tahapan terlebih dahulu. Ada dua macam perayaan karapan sapi dimadura, yang pertama adalah Presiden Cup dan Bupati Cup. Untuk Bupati cup biasanya diadakan 2x dalam setahun, para pemenang dari bupati cup ini biasanya akan melanjutkan pertandingannya ke Presiden cup, untuk para fotografer momen yang bagus adalah pada saat bupati cup. Karena bupati cup biasanya diadakan dipinggiran kota, garis pembatas hanya terbuat dari anyaman bamboo yang membuat acara ini semakin tradisional, tetapi faktor keamanan karapan sapi Bupati Cup ini sangat kurang jadi berhati hatilah pada saat mengambil momen foto. Yang meriah setelah bupati cup adalah Presiden Cup, acara ini sangat meriah dan ramai. Karena sebagian besar yang mengikuti Presiden Cup ini biasanya adalah para pemenang di Bupati Cup, acara besar ini diselenggarakan dikota bangkalan dan perayaannya antara bulan September atau oktober.

Dalam even karapan sapi para penonton tidak hanya disuguhi adu cepat sapi dan ketangkasan para jokinya, tetapi sebelum memulai para pemilik biasanya melakukan ritual arak-arakan sapi disekelilingi pacuan disertai alat musik seronen perpaduan alat musik khas Madura sehingga membuat acara ini menjadi semakin meriah.

Panjang rute lintasan karapan sapi tersebut antara 180 sampai dengan 200 meter, yang dapat ditempuh dalam waktu 14 sd 18 detik. Tentu sangat cepat kecepatan sapi – sapi tersebut, selain kelihaian joki terkadang bamboo yang digunakan untuk menginjak sang joki melayang diudara karena cepatnya kecepatan sapi sapi tersebut. Untuk memperoleh dan menambah kecepatan laju sapi tersebut sang joki, pangkal ekor sapi dipasangi sabuk yang terdapat penuh paku yang tajam dan sang joki melecutkan cambuknya yang juga diberi duri tajam kearah bokong sapi. Tentu saja luka ini akan membuat sapi berlari lebih kencang, tetapi juga menimbulkan luka disekitar pantat sapi. Setelah bertanding sapi tersebut diberikan beberapa waktu agar luka itu sembuh, tetapi sapi yang dipertandingan dikarapan ini hanya 2 sampai dengan 3 x saja diberikan pertandingan dan tidak boleh lebih.

Jarak pemenang terkadang selisih sangat tipis, bahkan tidak jarang hanya berjarak 1 sd 2 detik saja, dan hal ini terkadang membuat pihak yang kalah memprotes. Tetapi mereka diberikan kesempatan untuk bertanding lagi dengan yang kalah, dan saat yang membahagiakan bagi para pemenang. Selain mendapat hadiah, biasanya hadiah taruhan jg mereka dapatkan. Selain harga sapi pemenang dapat membumbung tinggi harganya.

Karapan Sapi dimadura merupakan pagelaran yang sangat unik, selain sudah diwarisi secara turun menurun tradisi ini juga terjaga sampai sekarang. Even ini dijadikan sebagai even pariwisata di Indonesia, dan tidak hanya turis local dari mancanegara pun banyak yang menyaksikan karapan sapi ini. Semoga kedepannya semakin meriah dan ajang taruhan yang menghiasi karapan sapi tersebut bisa hilang. Kalau anda mampir ke Surabaya, tidak ada salahnya melihat jadwal dan menonton karapan sapi tersebut.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Keindahan Pulau Samosir


Keindahan Pulau Samosir

Photo & Text by Barry Kusuma

www.barrykusuma.com


Pulau Samosir adalah Pulau yang sangat unik, karena pulau ini adalah pulau vulkanik yang berada ditengah danau toba Sumatera Utara. Pulau ini mempunyai ketinggian 1.000 meter diatas permukaan laut hal inilah yang membuat banyak perhatian turis domestik maupun asing.


Potensi pariwisata danau toba adalah keindahan alamnya yang sangat menawan, hembusan angin sejuk pegunungan membuat keindahan Pulau Samosir semakin lengkap. Untuk menuju Pulau samosir bisa melewati dua rute, yang pertama dapat dicapai melalui jalan darat melalui pengururan atau kita bisa melalu parapat yang dihubungkan melalui feri penyebrangan.


Saya menggunakan jalan darat menuju samosir, kebetulan kita mencarter mobil karena penumpang lebih dari 5. Selain menyewa mobil ada banyak bis yang menuju Danau Toba, biaya yang dikeluarkan memakai bis memang bisa lebih murah. Tetapi waktu tempuh lebih lama dan kita tidak bisa jalan – jalan didanau toba tersebut. Sesampai diToba banyak sekali penginapan dari hotel melati sampai bintang 3, fasilitas yang disediakan penginapan disana juga cukup lengkap. Terutama untuk backpacker yang ingin irit biaya bisa mencari losmen yang bersih dan murah, saya sempat menikmati keindahan danau toba dengan berjalan jalan dipinggir danau. Karena kita sampai sore dan tidak sempat menyebrang ke Pulau samosir, baru keesokan harinya kita berencana untuk menyebrang.


Pagi harinya saya dan keluarga sudah bersiap siap untuk menyebrang, dengan membeli tiket feri penyebrangan. Sambil menunggu keberangkatan kapal saya menyempatkan untuk hunting foto disekitar danau, memang alam dan keindahan Danau toba sangatlah bagus. Yang disayangkan penduduk sekitar masih kurang dalam menjaga potensi wisatanya, dikarenakan sebagian besar penduduk masih menggunakan danau toba sebagai mata air utama kehidupan mereka. Dan banyaknya sampah sampah disekitar danau, memang kalau saya perhatikan tingkat okupansi hotel tidak seperti dahulu, sekarang bisa dibilang tidak terlalu ramai akan turis. Jika pemerintah daerah dan masyarakat sekitar mempunyai perhatian besar akan potensi pariwisata danau toba yang mereka miliki. Saya yakin suatu saat danau toba menjadi salah satu andalan pariwisata Indonesia.

Feri telah tiba, kami bersiap untuk menaiki feri tersebut. Untuk aksses ke Pulau Samosir ada dua tipe feri, tipe pertama untuk mengangkut penumpang saja dan yang kedua bisa mengangkut kendaraan roda empat. Kendaraan bermobil sangat berguna bagi keluarga yang ingin berkeliling pulau samosir, bagi backpacker sesampai di P samosir bisa menyewa ojek atau bermalam disana. Selama penyebrangan melalui feri kita disuguhi pemandangan alam danau toba yang sejuk, langit biru dan alam yang indah. Cuaca disini yang membuat saya betah berkeliling, kebetulan cuaca saat itu sangat cerah.

Pulau samosir mempunyai objek wisata danau diatas danau, yang merupakan salah satu keunikan Pulau Samosir. Disana terdapat dua danau di pulau yang ada di tengah Danau Toba. yaitu Danau Sidihoni dan Aek Natonang.

Selain itu masih banyak keunikan budaya dan sejarah lainnya obyek wisata di Pulau Samosir, disini terdapat Pusuk Buhit dipercaya sebagai tempat asal suku Batak, yang menarik disini adalah adanya panggung batu dan penduduk sekitar yang menjadi guide pemandu yang menjelaskan tentang asal mulanya suku Batak, mereka menjelaskan dengan sangat menarik dan jelas. Setelah selesai mendengarkan cerita asal usul suku batak, disamping kiri kanan banyak menjual cindera mata yang kebanyakan ukiran kayu dan kain khas, sambil berwisata bisa sekalian berbelanja untuk cindera mata. Selain itu terdapat pula pemandian air panas, museum adat budaya Batak, untuk melepas penat dan lelah ada Tuktuk Siadong sebagai tempat penginapan dan pemandian, dan Tano Ponggol daratan yang menghubungkan antara Pulau Samosir dan daratan Sumatera. Pulau Samosir ini merupakan unggulan Pariwisata Sumatera Utara, dengan potensi keindahan alam dan keanekaragaman budaya. Saya yakin jika pemerintah dan penduduk lokal menyadari dan membenahi suatu saat Keindahan Pulau Samosir dan Danau Toba akan banyak dikunjungi wisatawan. Dan berkembang menjadi daerah wisata unggulan.


Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Makepung Balinese Grand Prix, Bali Indonesia.


Makepung, Grand Prix-nya Orang Bali

Foto dan Teks oleh Barry Kusuma

Kalau Madura punya Kerapan Sapi, maka Bali memiliki Makepung. Dua tradisi yang serupa tapi tak sama, namun menjadi tontonan unik yang segar sekaligus menghibur.

Makepung yang dalam bahasa Indonesia berarti berkejar-kejaran, adalah tradisi berupa lomba pacu kerbau yang telah lama melekat pada masyarakat Bali, khususnya di Kabupaten Jembrana. Tradisi ini awalnya hanyalah permainan para petani yang dilakukan di sela-sela kegiatan membajak sawah di musim panen. Kala itu, mereka saling beradu cepat dengan memacu kerbau yang dikaitkan pada sebuah gerobak dan dikendalikan oleh seorang joki.

Makin lama, kegiatan yang semula iseng itu pun berkembang dan makin diminati banyak kalangan. Kini, Makepung telah menjadi salah satu atraksi budaya yang paling menarik dan banyak ditonton oleh wisatawan termasuk para turis asing. Tak hanya itu, lomba pacu kerbau inipun telah menjadi agenda tahunan wisata di Bali dan dikelola secara profesional.

Sekarang ini, Makepung tidak hanya diikuti oleh kalangan petani saja. Para pegawai dan pengusaha dari kota pun banyak yang menjadi peserta maupun supporter. Apalagi, dalam sebuah pertarungan besar, Gubernur Cup misalnya, peserta Makepung yang hadir bisa mencapai sekitar 300 pasang kerbau atau bahkan lebih. Suasana pun menjadi sangat meriah dengan hadirnya para pemusik jegog (gamelan khas Bali yang terbuat dari bambu) untuk menyemarakkan suasana lomba.

Ketika mulai dilombakan pada tahun 1970-an, aturan dan kelengkapan dalam Makepung ikut mengalami beberapa perubahan. Misalnya, kerbau yang tadinya hanya seekor, sekarang menjadi sepasang. Kemudian, cikar atau gerobak untuk joki yang dulunya berukuran besar, kini diganti dengan yang lebih kecil. Kerbau peserta Makepung, sekarang juga lebih ‘modis’ dengan adanya berbagai macam hiasan berupa mahkota yang dipasang di kepala kerbau dan bendera hijau atau merah di masing-masing cikar. Sementara, arena Makepung berupa track tanah berbentuk ‘U’, sepanjang 1 - 2 km.

video

Berbeda dengan Kerapan Sapi Madura ataupun event yang bersifat race lainnya, Makepung mempunyai aturan yang sedikit unik. Pemenang lomba ini bukan hanya ditentukan dari siapa atau pasangan kerbau mana yang berhasil mencapai garis finish pertama kali saja, akan tetapi ditentukan juga dari jarak antar peserta yang sedang bertanding. Artinya, seorang peserta akan dianggap sebagai pemenang bila ia menjadi yang terdepan saat mencapai finish dan mampu menjaga jarak dengan peserta di belakangnya, sejauh 10 m.

Namun, bila pasangan kerbau yang berada di belakang bisa mempersempit jarak dengan peserta di depannya, menjadi kurang dari 10 m, maka pasangan kerbau yang di belakang itulah yang akan keluar sebagai pemenang. Perlombaan diselesaikan dalam hitungan delapan sampai sepuluh menit dalam setiap race-nya.

Penggemar dan peserta Makepung di Jembrana terbagi menjadi dua kelompok yang dikenal dengan nama Blok Barat dan Blok Timur. Pembagian blok ini berdasarkan aliran Sungai Ijo Gading yang membelah ibukota Kabupaten Jembrana. Kedua blok akan bertemu dalam perlombaan resmi setiap dua minggu sekali. Dan, masing-masing blok mempunyai sirkuit sendiri yang kerap digunakan sebagai lokasi berlatih ataupun lomba yang bersifat resmi.

Hal unik yang membuat Makepung menjadi sebuah tontonan yang seru dan menarik, adalah ekspresi seorang joki yang berada di atas cikar dan sedang memberi semangat pada kedua kerbaunya dengan meneriakkan yel-yel daerahnya masing-masing. Sang joki memecut kerbau dengan sebuah tongkat selama berpacu di atas track selebar 2 m ini untuk bisa mencapai kecepatan maksimal. Beberapa joki juga menggunakan tongkat khusus di mana terdapat paku-paku kecil yang menempel pada tongkat tersebut. Maka, tak mengherankan bila kerbau yang digunakan berdarah-darah setelah mengikuti lomba ini.

Yang menambah serunya Makepung, dalam setiap lomba hampir selalu ada joki yang gagal mengendalikan kerbaunya. Hal ini kerap terjadi saat ada peserta yang akan menyalip peserta lainnya. Dan, saat kerbau lepas kendali, ia pun akan keluar lintasan dan akhirnya terperosok ke petakan sawah ataupun terbalik. Penonton pun bersorak-sorai…

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Tabuik Sumatera Barat

Tabuik
Foto dan teks oleh Barry Kusuma

Peristiwa pembantaian Hussain, cucu Nabi Muhammad di Padang Karbala, oleh pasukan Yazid bin Muawiyah dari dinasti Ummayah, menorehkan guratan sejarah yang mendalam bagi umat muslim di dunia. Di Pariaman, Sumatera Barat, peristiwa ini diperingati dengan melaksanakan sebuah upacara, Tabuik.

Berasal dari kata ‘tabut’, dari bahasa Arab yang berarti mengarak, upacara Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam kalender Islam.


Simbol Rasa Duka

Konon, Tabuik dibawa oleh penganut Syiah dari timur tengah ke Pariaman, sebagai peringatan perang Karbala. Upacara ini juga sebagai simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW itu. Karena kemeriahan dan keunikan dalam setiap pagelarannya, Pemda setempat pun kemudian memasukkan upacara Tabuik dalam agenda wisata Sumatera Barat dan digelar setiap tahun.

Dua minggu menjelang pelaksan

aan upacara Tabuik, warga Pariaman sudah sibuk melakukan berbagai persiapan. Mereka membuat serta aneka penganan, kue-kue khas dan Tabuik. Dalam masa ini, ada pula warga yang menjalankan ritual khusus, yakni puasa.

Selain sebagai nama upacara, Tabuik juga disematkan untuk nama benda yang menjadi komponen penting dalam ritual ini. Tabuik berjumlah dua buah dan terbuat dari bambu serta kayu. Bentuknya berupa binatang berbadan kuda, berkepala manusia, yang tegap dan bersayap. Oleh umat

Islam, binatang ini disebut Buraq dan dianggap sebagai binatang gaib. Di punggung Tabuik, dibuat sebuah tonggak setinggi sekitar 15 m. Tabuik kemudian dihiasi dengan warna merah dan warna lainnya dan akan di arak nantinya.

Pada hari yang telah ditentukan, sejak pukul 06.00, keramaian sudah terasa di seantero Kota Pariaman. Seluruh peserta dan kelengkapan upacara bersiap di alun-alun kota. Para warga lainnya berkerumun di tepi jalan untuk menyaksikan jalannya kirab Tabuik. Tak hanya warga biasa, para pejabat pemerintahan pun turut hadir dalam pelaksanaan upacara paling kolosal di Sumatera Barat ini.

Tepat pada waktunya, Tabuik mulai diangkat dan karnaval pun dimulai. Satu Tabuik diangkat oleh para pemikul yang jumlahnya mencapai 40 orang. Di belakang Tabuik, rombongan orang berbusana tradisional yang membawa alat mu

sik perkusi berupa aneka gendang, turut mengisi barisan. Selama arak-arakan berlangsung, seluruh peserta karnaval meneriakkan, “Hayya Hussain… Hayya Hussain!!!” sebagai ungkapan hormat kepada cucu Nabi Muhammad SAW tersebut. Sesekali, arak-arakan berhenti dan puluhan orang yang memainkan silat khas Minang mulai beraksi sambil diiringi tetabuhan.

Saat matahari terbenam, arak-arakan pun berakhir. Kedua Tabuik dibawa ke pantai dan selanjutnya dilarung ke laut. Hal ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa dibuangnya Tabuik ini ke laut, dapat membuang sial. Di samping itu, momen ini juga dipercaya sebagai waktunya Buraq terbang ke langit, dengan membawa segala jenis arakannya.

video

Bila dibandingkan dengan upacara Tabuik yang digelar sepuluh tahun lalu, upacara Tabuik yang ada sekarang memang berbeda. Kala itu, Tabuik dibuat oleh dua kelompok warga dari kubu yang berbeda dan kemudian diadu satu sama lain. Dalam prosesnya, tak jarang diikuti pula dengan baku hantam para warga dari kedua kubu tersebut.

Atraksi Budaya Unik

Kini, unsur kekerasan yang tadinya terdapat pada Tabuik itu telah dihilangkan. Upacara ini lebih diarahkan kepada sebuah atraksi budaya yang menarik dan dapat dikonsumsi oleh para wisatawan. Selain menyaksikan prosesi upacara Tabuik, para wisatawan dapat berkeliling di pasar tradisional dan bazaar yang digelar seiring dengan perayaan ini. Nikmati juga salaluk dan rakik maco, makanan khas Pariaman yang banyak dijajakan di pinggir pantai. Sayangnya, sampai kini, pelaksanaan upacara Tabuik belum digarap secara maksimal. Masih ada sejumlah kendala yang muncul dalam pelaksanaannya, terutama dalam hal pendanaan.

Perayaan Tabuik tahun ini yang jatuh pada bulan Februari lalu misalnya. Acara ini nyaris gagal dilaksanakan. Pemda setempat bahkan sempat mengumumkan lewat media massa rencana pembatalan tersebut. Namun, berkat kesungguhan warga Pariaman untuk menggelar acara ini, Tabuik pun akhirnya dapat digelar dan dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Travel Journey : Aceh and Sabang


Aceh dan Sabang

Foto dan Teks Barry Kusuma

Masyarakatnya yang religius, letaknya yang berada dipesisir, pemandangan alam yang begitu menawan, serta perjalanan historis panjang yang telah dilalui, menjadikan Aceh sebagai daerah Istimewa yang mempunyai keunaikan dan kekhasan tersendiri.

Karakter masyarakat Aceh yang cenderung keras dan pemberani, seperti orang pesisir pada umumnya. Itu kesan pertama saya pada saat pertama menginjakkan kaki saya dibumi Aceh, namun lambat laun kesan tersebut akhirnya hilang setelah saya mengambil tas diruang tunggu bagasi pesawat dan Mereka menawarkan bantuan dengan ramah dan tulus. perjalanan dari Jakarta ke Aceh cukup melelahkan juga, walaupun kami menuju Aceh menggunakan pesawat terbang. Tidak banyak maskapai penerbangan mempunyai rute langsung Jakarta – Aceh, tapi harus transit terlebih dahulu dikota Medan. Dan meneruskan ke Aceh, sehingga lama perjalanan memakan waktu 4 sampai dengan 5 jam.

Konon Agama Islam masuk ke Indonesia pertama kali dipantai pantai pesisir Aceh. membentang sepanjang selat malaka yang dibawa oleh para pedagang dari Arab dan persia, mereka melakukan perjalanan perdagangan menuju daerah Timur. Bumi aceh sebagai tempat singgah untuk memperbaiki kapal mereka dan juga berdagang dengan penduduk setempat. Namun seiring dengan waktu, pada akhir abad kedua barulah Islam berkembang pesat dan secara terang terangan disebarkan oleh para Ulama yang sebagian besar berasal dari Persia dan India. Dan pada tahun 225H diproklamirkanlah Kerajaan Islam Perlak, yang merupakan kerajaan Islam pertama dan terbesar di Asia Tenggara pada saat itu. Dengan Raja Pertamanya Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah. Aceh kemudian dikenal sebagai kota dan Pelabuhan Niaga yang ramai.

Banyak tempat wisata dan situs sejarah yang ingin saya kunjungi hari ini, tetapi saya juga tidak ingin berharap banyak karena kita tiba pukul 4 sore. Sepanjang perjalanan saya masih banyak melihat puing – puing bangunan Setelah Aceh dilanda Musibah Tsunami, yang telah memakan banyak korban jiwa dan memporak porandakan bangunan yang ada. Pada umumnya masyarakat aceh bermata pencaharian Nelayan dan petani, banyak rumah yang dibangun dipesisir pantai dan sekarang hampir rata dengan tanah. Akomodasi dan penginapan di Aceh banyak hotel kelas melati yang banyak terdapat dipusat kota, tarif kamarpun bervariasi dari Rp 100.000 sampai dengan Rp 200.000. namun kondisi hotel banyak yang kurang terurus dan berantakan, ini disebabkan oleh musibah Tsunami yang banyak menghancurkan hotel dan rumah, pada umumnya banyak Turis dan pendatang yang menginap lebih dari 1 hari mencari rumah penduduk untuk disewa. Tarifnya pun sangat murah, antara Rp 35.000 sampai dengan Rp 50.000,-

Kebanggaan arsitektur Masyarakat Aceh salah satunya adalah Mesjid Raya Baiturahman, mesjid ini terletak dipusat Kota Banda Aceh yang bersebelahan dengan Pasar Aceh, mesjid yang berdiri kokoh dan terawat ini masih digunakan sesuai dengan fungsinya sampai sekarang. sehingga merupakan Mesjid kebanggaan dan ikon masyarakat Aceh, Mesjid ini selamat dari musibah Tsunami meskipun sempat digenangi air setinggi 3 meter pada saat itu, namun mesjid ini sudah banyak menyelamatkan masyarakat Aceh pada musibah Tsunami tersebut. Mesjid Raya ini mempunyai Perjalanan historis yang panjang, dahulu pada tahun 1873 mesjid ini pernah dibakar pada saat Belanda menyerang wilayah ini. Namun kemarahan rakyat Aceh membuat belanda membangun kembali mesjid tersebut pada tahun 1875. mesjid ini mempunyai 5 kubah, kubah utama menjulang tinggi dan dalam interior mesjid banyak dihiasi ukiran yang unik dan menarik. Tidak salah Mesjid ini menjadi icon Masyarakat Aceh, karena keindahan arsitektur dan kokohnya bangunan mesjid ini. Didepan mesjid ada kolam air teratai yang berjarak 20 meter sampai batas gerbang utama mesjid, walaupun cuaca yang tidak mendukung. Saya tetap mengambil foto foto mesjid ini, dan pada saat cuaca bagus. Saya akan kembali untuk mengabadikan mesjid yang terindah dikota Aceh ini.

Kota Banda Aceh juga memiliki Musium Negeri yang letaknya tidak jauh dari Mesjid Raya, jaraknya hanya 3 km dan kita tempuh hanya beberapa menit saja. Didalam musium banyak terdapat tulisan budaya Aceh, tarian, kerajinan, ragam hias, adat istiadat dan ukiran. Didalam komplek musium ini terdapat satu bangunan yang sangat mencolok, dan terlihat jelas dilihat dari jalan umum. Yaitu Rumoh Aceh, rumah adat Aceh yang berbentuk rumah panggung berpintu sempit, dan dihiasi oleh ukiran kayu yang sangat indah dan motif Aceh yang unik. Rumah adat ini terlihat sangat terawat baik, dan musiumnya pun terpelihara dengan baik. Banyak koleksi barang barang purbakala yang dimiliki oleh musium ini, diantaranya adalah Lonceng CakraDonya, lonceng ini merupakan hadiah dari Laksamana Ceng Ho pada tahun 1414. ini membuktikan, Aceh sejak dahulu merupakan kota dan Pelabuhan yang sangat ramai dikunjungi oleh pedagang yang datang dari berbagai Penjuru negara. saya jadi teringat dengan Nama Naggroe Aceh Darrusalam dalam bahasa Aceh yang berarti Negeri Aceh yang damai dan makmur. Melimpahnya alam dan hasil bumi Aceh membuat Belanda tertarik untuk berdagang dengan Aceh, lama kelamaan Belanda semakin mencengkram bumi aceh, memonopoli dan menguasai hasil bumi yang terdapat diAceh. Konon Aceh merupakan daerah yang sangat susah ditaklukan Belanda bila dibandingkan dengan daerah lain dinusantara ini.

Setelah puas berkeliling melihat sejarah dan budaya Kota Aceh, kita melanjutkan perjalanan sebuah peninggalan bersejarah lainnya. Yang luput dari Musibah Tsunami yaitu Gunongan, tempat ini terletak ditengah kota dan berada dikawasan dataran tinggi. Gunongan merupakan peninggalan bersejarah tahun 1600, bangunan ini adalah peninggalan Sultan Iskandar Muda. Dahulu Kerajaan Aceh dan kerajaan melayu atau Malaysia yang kita kenal sekarang ini sangat berkaitan erat. Gunongan ini dikelilingi oleh taman yang asri. Bangunanya berbentuk seperti bukit dan benteng kokoh, pada awalnya saya tidak mengerti dahulu bangunan ini digunakan dan berfungsi sebagai apa. Karena bentuknya yang aneh dan tidak seperti bangunan bangunan yang seperti umumnya, disebelah kanan bangunan ini terdapat musium yang berisi tentang informasi Gunongan ini. Pada tahun 1608 Sultan Iskandar Muda mempunyai istri yang sangat ia sayangi, permaisurinya bernama Putri Phang yang sangat rindu pada kampung halamannya yang dikelilingi oleh perbukitan. Sedangkan istana disini tidak banyak terdapat perbukitan, akhirnya Sultan membangun sebuah gunung buatan yang menyerupai perbukitan dikampung halamannya. Agar sang permaisuri dapat bermain diatas bukit tersebut dan lupa akan tanah airnya, ternyata Sang Permaisuri sangat senang dan bergembira akan hadiah tersebut dan selalu menghabiskan waktu dikala senja untuk menikmati matahari tenggelam diatas bukit Gunongan tersebut.

Tidak terasa hari sudah semakin sore, setelah berkeliling kota menikmati budaya dan sejarah Kota Aceh membuat kami lelah dan lapar. Kami ingin sekali mencicipi masakan tradisional khas Aceh, Dijakarta kami sering mencoba Mie Aceh. Sekarang saatnya saya mencicipi Mie Aceh Asli plus kepiting hmm perut kami makin keroncongan membayangkan nikmatnya, pusat jajanan dan masakan khas aceh berada di Pasar yang berada ditengah kota, memang pada siang hari Pasar ini menjadi pusat perdagangan yang ramai. Setelah malam pasar ini berubah menjadi pusat Makanan, salah satu ciri khas masakan Aceh adalah bumbu rempah dan rasa yang sedikit pedas dilidah. Kami mencoba Mie Aceh, Martabak, Gulai Kambing dan Sayur Pliu. Kesemua masakan yang kami pesan adalah Masakan yang sangat khas dan terkenal di Aceh. Sengaja kami memesan banyak ragam sehingga kami bisa menikmati semua, rasa Mie Aceh ternyata tidak berbeda jauh yang seperti kami rasakan dijakarta. Namun yang berbeda adalah martabak, disini Martabak berbentuk seperti telur dadar yang dicampur oleh tepung terigu. Gulai kambingnya terasa sangat lezat, aroma rempah, rasa kuah yang sedikit pedas dan gurih daging kambingnya sangat terasa. Bagi para pecinta gulai kambing jangan sampai dilewatkan, dan masakan terakhir yang kami coba adalah sayur pliu. Sayur bersantan ini mempunyai rasa yang khas, aroma rempah khas aceh dan kuah yang pedas membuat kami semakin berselera menyantap makanan dengan lauk yang lain. Memang salah satu tujuan utama kami bertamasya tidak hanya berwisata tempat yang indah dan bagus. Tapi kami juga berwisata kuliner, tidak lengkap rasanya jika kami tidak mencoba sesuatu yang khas dari daerah yang kami kunjungi.

Salah satu pantai yang kita tuju hari ini adalah pantai lhok ngaa, Pantai ini terletak ditepi barat Aceh. Lama perjalanan menuju pantai ini kurang lebih 40 menit melalui Kendaraan yang berjarak 17km dari kota Aceh. Pantai ini cukup terkenal dan merupakan tempat wisata favorite masyarakat Aceh, sayangnya sesampai kami disana. Banyak bangunan sarana dan prasarana pariwisata dipantai ini hancur akibat bencana Tsunami, dipantai lhok ngaa ini tak habis habisnya kekaguman saya melihat keindahan disetiap sudut pantai. Pantai ini begitu alami dan masih perawan, hamparan pasir yang berbatasan dengan lautan, tumbuhan hijau dan rindangnya pepohonan sebagai latar belakang pantai ini yang dikelilingi oleh bukit yang tinggi. Dipantai ini kita dapat melakukan aktivitas seperti memancing, berlayar, menyelam dan berjemur diatas pasir, tidak jauh dari Pantai ini terdapat sebuah pabrik semen Andalas. Pada saat saya kesana pabrik ini tidak beroperasi dan sedang dibangun kembali, pabrik ini rusak parah karena bencana Tsunami yang membuat pabrik ini tidak beroperasi kembali. Posisi pantai Lhook nga ini berada diteluk yang disamping kiri dan kanan pantai banyak terdapat danau danau kecil yang dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk mencari nafkah, keindahan danau danau sekitar pantai ini menambah daya tarik Pantai, kawasan ini merupakan perpaduan paket Pariwisata yang lengkap. Selain pantai dan danau, dikawasan ini juga terdapat Lapangan Golf Seulawah Internasional. Sayangnya lapangan golf dengan latar belakang perbukitan dan panorama laut ini sudah tidak terpakai dan tidak terawat. Mungkin karena dahulu kawasan ini rawan konflik yang terjadi antara GAM dan pemerintah sehingga banyak turis enggan untuk datang kedaerah ini. Kawasan pariwisata ini hancur karena musibah Tsunami, tidak hanya penginapan dan restoran yang rusak. Tetapi banyak rumah penduduk yang musnah akibat Tsunami.

Dikawasan musibah ini, banyak bangunan yang habis rata dengan tanah. Tetapi ada kejadian yang cukup aneh buat saya, sepanjang perjalanan saya banyak melihat banyak bangunan yang hancur. Tetapi mesjid dan tempat ibadah yang berada disamping rumah penduduk tidak hancur, tetap kokoh berdiri seolah tidak terkena akan bencana Tsunami. Begitupun di daerah Pantai Lampuuk, saya melihat ada satu mesjid yang masih berdiri kokoh padahal bangunan disamping kanan dan kirinya habis tersapu oleh Tsunami. Mungkinkah ini tanda tanda kebesaran Tuhan, namun saat ini pembangunan rumah, sarana dan prasarana mulai dibangun kembali. Lembaga lembaga bantuan asing banyak membantu membangun perumahan dan gedung sekolah didaerah ini. Setelah puas kami berkeliling sepanjang kawasan ini besok kami berencana untuk pergi ke Pulau Weh, namun kita harus beristirahat dan kembali kerumah sore ini dan mempersiapkan untuk perjalanan besok.

Waktu masih menunjukkan pukul 07.00 pagi, kami sedang bersiap siap menuju pelabuhan ulee lhue karena untuk mencapai pulau weh dapat ditempuh dengan menggunakan Kapal Motor. Untuk menuju Pulau tersebut kita dapat melalui dua pelabuhan. Jika kita ingin menggunakan mobil menuju kesana kita lalui dari pelabuhan malahayati yang terdapat kapal feri, menggunakan feri dikenakan biaya sebesar Rp 300.000 dan memakan waktu perjalanan selama 4 jam lebih. Sedangkan dipelabuhan ulee lhuee kita dapat menggunakan kapal motor cepat Pulo Rondo, namun hanya penumpang yang dapat menaiki kapal motor. 1 tiket perorang sebesar Rp 50.000 dan waktu yang ditempuh sangat cepat hanya 1 jam, kami memutuskan untuk menggunakan KM Pulo Rondo karena jadwal pemberangkatan kapal adalah pukul 09.00 pagi. Dan kami sudah menyewa mobil di P Weh dengan tarif Rp 400.000 per hari.

Sepanjang perjalanan menuju pelabuhan Ulee lhuee kita menyaksikan dikanan kiri jalan banyak terdapat rumah dan bangunan yang hancur akibat tsunami, kawasan ini salah satu wilayah yang terparah terkena bencana karena jaraknya yang dekat dengan pusat kota dan berjarak 5km. Banyak pembangunan yang dibangun oleh lembaga bantuan asing, namun kawasan ini belum cukup ramai dengan penduduk. Mereka masih trauma dengan musibah Tsunami, setelah mencapai Pelabuhan Ulee lhuee kami membayar tiket untuk 4 orang. Jam pemberangkatan pukul 09.00 pagi kami masih mempunyai waktu setengah jam, sehingga kami berkeliling untuk melihat pantai Ulee Lhuee yang begitu cantiknya. Dipantai ini pada saat air sedang surut nampak karang karang dibeberapa bagian, dikejauhan terlihat panorama bukit yang asri. Dikejauhan kami melihat menara mercusuar setinggi 100 meter terlihat hancur dan hanya tersisa tiang dari mercusuar tersebut, ada pemandangan yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Disamping kiri mercusuar tersebut ada sebuah bangunan Mesjid yang tingginya hanya setengah dari mercusuar tersebut masih kokoh dan berdiri tegak, sedangkan rumah disekeliling mesjid tersebut sudah rata dengan tanah dan mercusuar yang sudah hancur. Tidak henti hentinya saya heran dengan pemandangan yang saya lihat. Pada saat itu kami diperkenankan masuk kedalam kapal, karena sebentar lagi kapal akan diberangkatkan. Saya sempat mengobrol dengan Penjaga kapal yaitu pak Dato yang kebetulan beliau selamat dari Musibah Tsunami, dia menceritakan ada tetangganya yang selamat dan saksi mata ketika bencana Tsunami datang. Dia melihat ombak yang menyapu daratan yang berasal dari laut setinggi hampir dua kali tinggi menara mercusuar didaerah tersebut, saya tidak dapat membayangkan bencana yang terjadi saat itu.

Hari itu cuaca lumayan cerah tidak seperti kemarin, tiba saatnya kami menginjakkan kaki di P Weh. Pulau yang dikenal dengan titik nol kilometer indonesia. untuk menandai didirikannya monumen oleh Pemerintah Indonesia sebagai tanda dimulainya perhitungan jarak dan luas wilayah Negara Indonesia, dari sabang sampai merauke. Tujuan pertama kita adalah Monumen nol kilometer, kita sangat ingin kesana untuk menjejakkan kaki di nol kilometer Indonesia. Lama perjalanan menuju monumen selama satu setengah jam, jalan yang mendaki di sabang mulus dan besar, yang menambah nyamannya perjalanan kami. Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan dan panorama bukit yang sangat indah, jalan yang berkelok kami melihat bukit dan lautan biru yang dihiasi oleh pulau pulau. Sesampai kami dikaki bukit monumen nol kilometer ini dijaga oleh pos penjagaan. Untuk menuju atas bukit terdapat hanya satu jalan yang cukup untuk 1 mobil, memang kita memutar bukit setelah kita keluar dengan jalan yang berbeda. Sehingga tidak ada mobil yang berlawanan arah dengan kami, setelah kami membayar tiket Rp 2000 per orangnya kita melanjutkan perjalanan keatas bukit. Jalanan ini sangat sempit dengan kanan dan kiri jalan adalah semak belukar, laju kendaraaan tidak dapat melaju dengan cepat. Karena kami sangat berhati hati melalui jalan yang sempit ini, untungnya tidak ada pohon yang tumbang sepanjang perjalanan kami. Ditengah perjalanan kami dihadang oleh segerombolan Kera, rupanya kera kera tersebut sudah terbiasa dengan kehadiran manusia. Banyak turis yang menuju ketempat ini, dan mereka meminta makanan disepanjang jalan sayangnya saat itu kami tidak membawa makanan kecil.

Akhirnya kami sampai di monumen nol kilometer, diatas bukit saya dapat melihat hamparan luas samudera dan pulau sabang dari kejauhan. Kami sempat mengabadikan momen di monumen nol kilometer ini, selanjutnya kita menuruni bukit dan menuju pantai yang tercantik di pulau sabang ini. Yaitu pantai iboih dan gapang, sesampai disana hamparan pasir putih menyilaukan mata. Pantai ini memiliki butiran pasir lembut, perairan yang dipenuhi terumbu karang beraneka warna, serta ikan ikan yang cantik berseliweran. Banyak turis dari mancanegara yang mengunjungi pantai ini, umumnya mereka datang khusus kesini untuk menyelam dan surfing. Ingin rasanya kami berkeliling pantai untuk menikmati keindahan alam Pulau sabang, banyak perahu yang disewakan khusus untuk berkeliling ditengah lauit dan kita dapat menyaksikan keindahan bawah laut. Kami menyewa perahu yang memiliki kaca ditengah yang berfungsi untuk melilhat keindahan bawah laut dengan jelas. Selama satu jam kami menyewa dengan biaya Rp 80.000, sepanjang perjalanan menuju ketengah lauh kita menyaksikan banyaknya ikan dan terumbu karang. Hampir seluruh dasar lautnya dipenuhi terumbu karang berwarna warni, beserta aneka ragam ikan dan satwa laut yang juga kaya akan warna. Sangat bersih dan bening, diarea yang dangkat terlihat jelas semburat rumput laut berwarna hijau terlihat dikemilau biru samudera. P sabang merupakan tujuan utama para wisatawan asing, mereka khusus datang ke pulau sabang untuk menikmati alam dan keindahan bawah lautnya. Konon keindahan bawah laut di pulau ini merupakan salah satu yang terindah di wilayah Indonesia, dan paling banyak dicari oleh wisatawan asing. Sayangnya saat ini wisatawan asing tidak banyak yang mengunjungi pulau sabang, karena lamanya pemberlakuan darurat militer yang membuat mereka enggan kepulau sabang.

Fasilitas dipantai iboih ini sangat lengkap, adanya hotel baik mewah maupun sederhana ada disana, restoran yang bersih dan lengkap, fasilitas tempat ibadah dan banyak lainnya. Membuat pariwisata berkembang dipantai ini, kami sempat makan dan beristirahat sejenak dipantai ini. Kami tidak punya banyak waktu dipulau sabang ini, karena kita tidak berencana untuk menginap dipulau ini. KM pulo rondo akan balik ke banda aceh pada pukul 05.00 sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 lama perjalanan kembali ke pelabuhan memakan waktu kurang lebih satu jam, perjalanan selanjutnya kami menuju kota sabang. Sepanjang perjalanan banyak kita lihat mobil mewah berseliweran, kami menuju tempat penjualan mobil bekas. Dan salah satu keunikan dari pulau sabang ini adalah banyaknya mobil mobil mewah yang dijual sangat murah disini, karena kawasan ini diberlakukan daerah bebas pajak. Sehingga mobil mewah seperti BMW, Mercy, dan mobil eropa lainnya dijual dengan setengah harga pasaran yang ada dijakarta. Tetapi jangan sekali kali anda membawa mobil ini keluar dari pulau sabang, karena akan dikenai pajak barang mewah yang 100% dari harga mobilnya sendiri.

Pulau sabang biarpun terkena bencana tsunami, tetapi bangunan dan wilayah yang terkena tidak banyak yang hancur. Satu satunya daerah di Aceh yang tidak ada kerusakan parah disini, ini dikarenakan disekitar pulau weh terdapat dua palung yang cukup dalam. Sehingga gelombang ombak tsunami tertahan dikedua palung tersebut, korban jiwa dari korban tsunami hanya 11 orang dan beberapa ratus bangunan hancur.

Kami akhirnya sampai dipelabuhan balohan, setelah membeli tiket dengan harga yang sama seperti kami membelinya diaceh. Ingin sekali rasanya kita lebih lama tinggal disini menikmati kenindahan alam Aceh dan sabang, setelah beberapa hari menikmati ingin rasanya kembali lagi suatu saat nanti. semoga keamanan dan kedamaian dibumi Aceh semakin membaik, Agar keindahan dan panorama dapat dinikmati oleh kita bersama.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Upacara Kasada Bromo

Kasada Bromo

Foto dan teks Barry Kusuma

Bromo mempunyai pesona alam yang sangat luar biasa, tidak akan pernah habis kekaguman kita oleh pemandangan alam yang indah. Gunung Bromo berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti Brahma atau seorang dewa yang utama, gunung bromo ini merupakan gunung yang masih aktif dan objek pariwisata yang sangat terkenal diwilayah jawa Timur. Gunung bromo mempunyai ketinggian 2.400 meter diatas permukaan laut.

Padang Savana dialam pegunungan yang sangat sejuk, kita dapat melihat rerumputan kering dan padang pasir yang sangat luas. Yang sangat menarik dan indah pada saat matahari terbit yang kita lihat dari Puncak Gunung di Pananjakan, karena kabut yang menyelimuti bawah gunung bromo membuat panorama indah dan mistik. Untuk mencapai gunung pananjakan kita dapat menyewa mobil hardtop yang banyak terdapat di penginapan. Atau jika anda ingin menikmati pemandangan secara alami dan sehat anda dapat melewati jalan setapak menunuju jalan penanjakan. Tetapi sangat disarankan anda menyewa guide yang sudah sangat terbiasa akan jalan dan medan di Bromo.

Selain itu juga Suku Tengger memiliki daya tarik yang luar biasa karena mereka sangat berpegang teguh pada adat istiadat dan budaya yang menjadi pedoman hidupnya. Pada tahun 1990 suku tengger tercatat berjumlah 50 ribu yang tinggal dilereng gunung Semeru dan disekitar kaldera. Mereka sangat dihormati oleh penduduk sekitar karena mereka sangat memegang teguh budaya mereka dengan hidup jujur dan tidak iri hati. Konon Suku tengger adalah keturunan Roro Anteng(putri Raja Majapahit) dan Joko Seger (putera brahmana). Bahasa daerah yang mereka gunakan sehari hari adalah bahasa jawa kuno. Mereka tidak memiliki kasta bahasa, sangat berbeda dengan Bahasa jawa yang dipakai umumnya karena mempunyai tingkatan bahasa.

Sejak Jaman Majapahit konon wilayah yang mereka huni adalah tempat suci, karena mereka dianggap abdi – abdi kerajaan Majapahit. Sampai saat ini mereka masih menganut agama hindu, Setahun sekali masyarakat tengger mengadakan upacara yadnya Kasada. Upacara ini berlokasi disebuah pura yang berada dibawah kaki gunung bromo. Dan setelah itu dilanjutkan kepuncak gunung bromo. Upacara dilakukan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama dibulan kasodo menurut penanggalan jawa.

Tempat untuk mengadakan upacara kasada adalah Pura Luhur Poten Gunung Bromo, tidak seperti pemeluk hindu pada umumnya yang memiliki candi candi sebagai tempat ibadah. Namun poten merupakan sebidang tanah dilahan pasir sebagai tempat berlangsungnya upacara kasada. Asal usul upacara Kasada terjadi beberapa abad yang lalu “Pada masa pemerintahan Dinasti Brawijaya dari kerajaan Majapahit, permaisuri dikaruniai anak perempuan yang bernama Roro Anteng. Setelah beranjak dewasa sang Putri jatuh cinta kepada seorang pemuda anak dari Kasta Brahmana yang bernama Joko Seger. Pada saat Kerajaan Majapahit mengalami kemerosotan dan semakin berkibarnya perkembangan Islam di P Jawa. Beberapa orang kepercayaan kerajaan dan sebagian keluarganya memutuskan pergi kewilayah timur. Dan sebagian besar ke kawasan pegunungan tengger, termasuk Roro Anteng dan Joko Seger. Setelah mereka menjadi penguasa diwilayah ini, mereka sangat sedih karena belum dikaruniai seorang anak. Berbagai macam cara mereka coba, sampai pada akhirnya mereka kepuncak Gunung Bromo untuk bersemedi. Akhirnya permintaan mereka dikabulkan dengan munculnya suara gaib, dengan syarat anak bungsu mereka setelah lahir harus dikorbankan kekawah gunung bromo. Setelah mereka dikaruniai 25 orang anak, tiba saatnya mereka harus mengorbankan si bungsu. Tetapi mereka tidak tega melakukannya, karena hati nurani orang tua yang tidak tega membunuh anaknya. Akhirnya sang dewa marah dan menjilat anak bungsu tersebut masuk kekawah gunung, timbul suara dari si bungsu agar orang tua mereka hidup tenang beserta saudara-saudaranya. Dan tiap tahun untuk melakukan sesaji yang dibuang ke gunung bromo. Sampai sekarang adat istiadat ini dilakukan secara turun menurun.

Untuk dapat melihat upacara kasada bromo lebih baik kita datang sebelum tengah malam, karena ramainya persiapan para dukun. Hari hari upacara kasada bromo, banyak penduduk sekitar yang berdatangan. Baik mengendarai sepeda motor atau kendaraan pribadi lainnya. Sehingga mengakibatkan jalanan kebawah menuju kaki gunung sangat macet. Dan bisa membuat Mobil dari gerbang tidak bisa turun kebawah. Jalan lain kebawah yaitu anda berjalan dengan rombongan rombongan penduduk yang menuju pura. Karena jika sendiri dipastikan akan tersesat, karena kabut yang sangat tebal dan pandangan sangat terganggu.

video

Selain itu Upacara Kasada bromo juga dilakukan untuk mengangkat seorang Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para tetua adat, mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera mantera. Beberapa hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan sesaji sesaji yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo. Pada malam ke 14 bulan Kasada Masyarakat tengger berbondong bondong dengan membawa ongkek yang berisi sesajo dari berbagai macam hasil pertanian dan ternak. Lalu mereka membawanya ke Pura dan sambil menunggu Dukun sepuh yang dihormati datang mereka kembali menghafal dan melafalkan mantera, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat dipoten lautan pasir gunung bromo. Bagi masyarakat Tengger, peranan Dukun adalah sangat penting. Karena mereka bertugas memimpin acara – acara ritual, perkawinan dll. Sebelum lulus mereka diwajibkan lulus ujian dengan cara menghafal dan lancar dalam membaca mantra mantra.

Setelah Upacara selesai, ongkek – ongkek yang berisi sesaji dibawa dari kaki gunung bromo ke atas kawah. Dan mereka melemparkan kedalam kawah, sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Didalam kawah banyak terdapat pengemis dan penduduk tengger yang tinggal dipedalaman, mereka jauh jauh hari datang ke gunung bromo dan mendirikan tempat tinggal dikawah gunung Bromo dengan harapan mereka mendapatkan sesaji yang dilempar. Penduduk yang melempar sesaji berbagai macam buah buahan dan hasil ternak, mereka menganggapnya sebagai kaul atau terima kasih mereka terhadap tuhan atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah. Aktivitas penduduk tengger pedalaman yang berada dikawah gunung bromo dapat kita lihat dari malam sampai siang hari Kasada Bromo.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Pesona Ujung Genteng

Pesona Ujung Genteng

Foto dan teks Barry Kusuma

Sukabumi mempunyai banyak wisata alam yang indah dan alami, salah satunya adalah Ujung Genteng. Sekitar 70 kilometer selatan sukabumi, atau kalau kita berangkat dari Jakarta sekitar 250 kilometer. Jarak yang kita tempuh melalui perjalanan darat bisa memakan hampir 6 jam perjalanan, karena kita melewati beberapa kota kecil seperti cicurug dan cibadak yang terkenal cukup ramai dan padat. Setelah kita melalui kota kota kecil tersebut kita akan melalui jalan yang cukup berkelok kelok, dan disamping kanan kiri kita disuguhi pemandangan alam yang indah disepanjang perjalanan kita. Ujung genteng termasuk daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat. Dan salah satu pantai yang terkenal disini adalah Pantai Pengumbahan di Ujung Genteng, dipantai yang berpasir putih dan halus ini merupakan tempat yang disukai penyu hijau untuk singgah bertelur. Kawasan pantai yang digunakan penyu untuk bertelur luasnya mencapai kurang lebih 110 hektar.

Keindahan Pantai Ujung Genteng ini tidak hanya pantainya yang bersih dan perawan, tetapi disini kita juga bisa menikmati indahnya matahari terbit dan keindahan matahari terbenam dikala senja. Disini kita juga dapat bersantai bersama keluarga, karena Pantai di Ujung Genteng ini tidak terdapat ombak yang begitu besar, karena digaris pantai sudah tertahan oleh karang karang. Sehingga aman untuk bermain air bersama keluarga dan melakukan aktivitas lainnya dipantai.

Salah satu pantai yang disukai oleh penyu hijau atau nama latinnya chelonia mydas untuk bertelur adalah Pantai Pengumbahan, karena paling dekat dentang tiga titik lokasi habitat penyu lainnya yang masih dikawasan selatan sukabumi. Musim bertelur penyu penyu ini antara bulan agustus sampai dengan maret, karena tiap musimnya seekor penyu bertelur sebanyak 3-4 kali. Dan pada musim bertelur ini puluhan bahkan ratusan penyu yang bertelur. Karena pantai pengumbahan ini Pantai yang paling dekat dengan jalan, pada bulan bulan tersebutlah pantai ini ramai dikunjungi wisatawan untuk melihat penyu penyu ini bertelur. Kita dapat melihat proses reproduksi penyu dalam bertelur dalam habitat aslinya.

Untuk mencapai pantai ini lokasinya kurang lebih 5kilo meter dari jalan besar, untuk kesana kita harus menyewa ojek yang sudah berpengalaman dengan medan menuju pantai tersebut. Karena untuk menuju kesana kita harus melewati jalan setapak yang hanya cukup 1 mobil dan belum beraspal, dan kita juga melewati sungai sungai kecil belum lagi jalan yang sangat licin jika hujan. Untuk menuju kawasan ini anda disarankan menyewa saja ojek-ojek dari penduduk, anda hanya mengeluarkan uang sebesar 30-50ribu rupiah.

Penyu yang banyak bertelur biasanya pada malam hari, kita dapat melihat penyu bertelur dibantu oleh masyarakat sekitar yang bertugas menjaga kelestarian penyu penyu tersebut. Kita akan berjalan dipinggir pantai diwaktu malam, melihat jejak jejak penyu yang akan bertelur dibantu dengan senter sebagai alat penerangan. Kalau beruntung kita akan melihat penyu yang sedang bertelur, hewan ini dikenal sangat lamban jika berjalan. Penyu membutuhkan perjuangan yang sangat berat untuk bertelur dan mereka sangat selektif untuk mencari tempat bertelur, penggalian sarang akan dihentikan jika penyu tersebut tiba tiba menemui sampah atau ranting pohon. Telur penyu sebesar bola ping pong, dan telur penyu mempunyai kandungan protein yang sangat banyak. Karenanya banyak sekali manusia yang ingin menyantap telur penyu – penyu ini, selaiin itu daging penyu juga banyak menjadi makanan manusia dan tempurung badan penyu banyak juga diawetkan untuk dijadikan hiasan.

Penyu sekali bertelur bisa mencapai 100-200 butir, dan dari 1000 butir telur yang menetas dan anak anak penyu setelah siap dilepas ke Pantai. Hanya 2 sampai dengan 5 penyu yang dapat bertahan dan mencapai usia produktif untuk bertelur kembali. Ironis sekali karena saat ini banyak sekali orang yang memburu daging dan telur penyu tersebut, dan penyu lainnya mati karena terkena jaring nelayan dalam mencari ikan, disantap ikan dan musuh penyu lainnya. Dan yang paling berbahaya memang karena ulah manusia, karena dipasaran telur ini bebas untuk diperjual belikan dan harganya yang cukup tinggi berkisar 2000 sd 3000 rupiah. Dan sangat banyak orang yang mencarinya.

Dalam mempertahankan populasi penyu hijau ini dikawasan Ujung Genteng sukabumi khususnya, pemerintah daerah merivisi perda tentang pajak burung walet, telur penyu dll. Sehingga oleh masyarakat sekitar perdagangan telur telur penyu ini tidak bebas diperjual belikan. Sepertinya pelestarian penyu perlu ditangani bersama oleh masyarakat sekitar, sehingga hewan langka dan dilindungi ini dapat dimanfaatkan bersama sebagai potensi wisata yang terus ada.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Eksotika Rawa Pening

Rawa Pening Ambarawa

Foto dan teks Barry Kusuma

Taman Wisata RawaPening terdapat di daerah ambarawa, untuk dapat masuk kesana. Jalan menunju Rawa Pening ini terdapat di jalan Raya Semarang – Salatiga ambarawa kabupaten semarang. Keindahan rawa pening dapat anda nikmati pada saat pagi hari, karena Tempat Wisata rawa pening ini menawarkan keindahan danau tersebut. Loket dibuka pukul 8.30 sd 21.00 pada pagi hari anda dapat berekreasi bersama keluarga ditaman rawa pening, karena memang desain taman yang asri ditaman rawa pening sangat cocok untuk rekreasi bersama keluarga, selain menikmati keindahan Danau dirawa pening. Anda dapat menyewa perahu yang telah disediakan di dermaga danau, anda bisa berkeliling danau dan melihat banyaknya eceng gondok dan kehidupan nelayan dirawa pening tersebut. Untuk menyewa perahu yang berkapasitas 10 sd 15 orang ini anda dapat menyewanya seharga Rp 25.000/jam, jadi untuk menghemat lebih baik anda menunggu orang lagi yang ingin menaiki perahu ntersebut. Pada malam hari banyak orang yang datang kewisata rawa pening ini untuk menikmati sajian ikan bakar, karena diareal luar taman banyak terdapat kedai dan rumah makan tradisional yang banyak menyediakan Ikan Gurame bakar.

Bagi anda yang hobi memotret/fotografi, keindahan rawa pening ini sangatlah unik. Terutama dipagi hari pada saat sunrise, sangat disarankan anda datang ketaman rawa pening pada jam 5.00 pagi pada saat sunrise. Dan menunggu didermaga tepi danau untuk memotret keindahan

video

panorama danau rawa pening, konon suasana pagi dirawa pening sangat misterius dan mistis. Dan sangat indah untuk diabadikan lewat sebuah kamera, menjelang pagi anda dapat melanjutkan hunting anda dengan menaiki kapal yang disewakan didermaga, biasanya pada saat pagi para nelayan sedang aktif menjala dan mencari ikan didanau yang banyak terdapat eceng gondok tersebut, danau rawa pening ini sangatlah luas. Kalau anda lupa waktu mungkin tidak akan terasa matahari tepat diatas. Selain musium kereta di ambarawa, tidak ada salahnya anda mampir ke taman Wisata Rawa Pening ini.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Gunung Papandayan Pesona Kayangan


Gunung Papandayan Pesona Kayangan

Foto dan teks Barry Kusuma

Menikmati pendakian Gunung Papandayan dengan pesona keindahan alam sangatlah menakjubkan, Gunung Papandayan merupakan Gunung paling selatan dari deretan Pegunungan yang menghampar dari selatan kota Bandung. Gunung Papandayan ini merupakan Gunung yang sangat populer, terkenal akan keindahan dan beberapa keunikan dari gunung Papandayan. Bagi para wisatawan yang ingin mendaki Gunung Papandayan ini, ada beberapa jalur yang dapat dilewati dan ditempuh. Yaitu dari Pengalengan dan Cisurupan kabupaten Garut.

Jika kita ingin mendaki lebih cepat bisa ditempuh dari Cisurupan, ini dikarenakan kondisi aspal yang sudah cukup baik dari bawahsampai puncak. Sehingga angkutan darat bisa mempercepat pendakian, tetapi jalan terhenti di alun alun Salada. Karena disini kita diharuskan untuk menyewa guide untuk menuntun kita untuk perjalanan selanjutnya, khususnya bagi yang belum pernah datang ke Gunung Papandayan. Selama dalam perjalanan mata kita menikmati keindahan alam, kita dapat melihat pohon yang hangus terbakar dan tanah yang mengeluarkan asap panas dicelah bebatuan gunung. Ditengah perjalanan dengan puncak gunung Papandayan, kita dapat menyaksikan keunikan dan fenomena alam. Yaitu semburan uap panas yang keluar dari perut bumi, kita bisa mengabadikan momen tersebut melalui foto. Tetapi hati hati akan tanahnya yang lembek dan labil, setelah itu kita akan melewati telaga warna. Danau alam yang berwarna hijau dan mengeluarkan bau gas yang sangat pekat. sesampai dipuncak gunung Papandayan ada perasaan senang setelah kita mencapainya, kita seolah olah berada diatas awan. Selain keindahan alam banyak flora yang terdapat dipuncak gunung Papandayan, yaitu bunga Edelweis, bunga yang tergolong langka dan hanya tumbuh ditempat tertentu dan diketinggian tertentu karena tidak setiap pegunungan ditumbuhi bunga yang dijuluki bunga Abadi ini. Yang tidak pernah layu dan memiliki aroma yang khas.

Tempat wisata ini banyak dikunjungi Wisatawan karena kita dapat mendaki turun dan naik selama satu hari saja, anda berangkat pagi-pagi sekali dari bandung. Dan setelah sampai anda mendaki sampai pada puncak gunung pada siang hari, setelah puas menikmati keindahan alamnya anda dapat kembali pada sore harinya. Sehingga sangat sesuai dengan rekreasi keluarga, peranan guide juga sangat dibutuhkan karena Gunung Papandayan masih tergolong gunung yang aktif. Gunung ini pernah meletus beberapa waktu yang lalu dan mengeluarkan awan panas yang cukup tebal, sehingga merusak habitat flora dan fauna disekitar gunung tersebut. Kerusakan yang terjadi oleh letusan Gunung Papandayan membuat keunikan sendiri terhadap pemandangan Gunung Papandayan tersebut, jika anda kebandung atau garut. Jangan lewatkan wisata Alam nan indah ini.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Parangtritis

WISATA PANTAI PARANGTRITIS

Foto dan teks Barry Kusuma

PARIS atau yang biasa kita kenal dengan Parangtritis, sebuah Pantai yang Sangat indah yang terdapat bukit pasir dan tebing batu bertemu. Dipantai ini kita dapat menikmati keindahannya bersantai bersama keluarga atau pasangan anda, karena suasana pantai yang romantis dan sejuk. Banyak hiburan yang anda dapat nikmati, anda dapat berenang ditepi pantai, ada larangan untuk tidak berenang terlalu jauh tepi pantai, karena dikhawatirkan anda dapat terseret arus sampai tengah. Karena banyak terdapat karang2 yang terjal dibawah laut. Dan jangan khawatir, karena disana banyak terdapat tempat pemandian umum yang disediakan untuk para pengunjung. Anda juga dapat berkeliling pantai dengan menggunakan Andong yang siap mengantar anda berkeliling ditepi pantai.

Menjelang sore anda dapat menikmati suasana Matahari Terbenam / Sunset, kesan Pantai Parangtritis yang angker dan seram ternyata tertutup oleh indahnya Pemandangan pantai yang indah. Pada malam menjelang, kedai-kedai bambu para penjaja makanan disekitar pantai mulai berjualan. Anda dapat menikmati hangatnya wedang jahe atau memakan Jagung Bakar yang nikmat dikeheningan malam, bagi anda yang ingin menginap diWilayah Pantai Parangtritis ini banyak sekali terdapat penginapan yang berbentuk losmen maupun hotel, harganya pun bervariatif. Dari Rp 30.000 sd 100.000.

Untuk mencapai Lokasi Wisata Pantai Parangtritis anda dapat melakukan perjalanan dengan kendaraan bermotor, karena jalan ini anda dapat lewati langsung menuju pantai. Dan kalau anda ingin melakukan perjalanan menaiki bis, anda dapat naik bus dari terminal umbulharjo. Ada 2 alternatif rute yang dapat diambil untuk mencapai parangtritis.

1. Yogyakarta – Imogiri – Siluk – Parangtritis, jaraknya sekitar 30 km. Dan berhubungan dengan rute turis, yang melewati pemakaman keluarga kerajaan, yang menarik dari rute ini adalah kita disuguhi pemandangan yang sangat indah karena dikanan kiri jalan terdapat bukit kapur yang mempunyai bentuk yang bermacam – macam dan unik.

2. Yogyakarta – Kretek – Parangtritis, segala macam jenis kendaraan dapat melewati rute ini. Karena dengan mudah dapat melalui jalan ini langsung kepantai

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Pantai Drini, Pantai Perawan Selatan Jawa.


PANTAI DRINI, PANTAI YANG MASIH PERAWAN.

Foto dan Teks Barry Kusuma

Perjalanan dari yogyakarta ke Pantai Drini memakan waktu sekitar 3 jam dengan jarak sekitar 40km, yang kami tempuh dengan menaiki kendaraan bermotor. Perjalanan terasa lama sekali, karena untuk mencapai ke Pantai Drini kita harus menyelusuri perbukitan yang berkelok kelok. tetapi didalam perjalanan kami disuguhi pemandangan perbukitan-perbukitan karang yang sangat indah. Selama perjalanan ditepi kiri kanan jalan terdapat bukit karang yang sangat besar membentuk gua alami mirip seperti gua stalaktit, kita dapat menikmati keindahan gua tersebut dengan masuk kedalam dan melihat keindahan karang dengan corak yang sangat menarik.

Perjalanan yang ditempuh selama 3 jam ini seakan terasa sebentarm, karena Saya sangat menikmati perjalanan tersebut, dan untuk mencapai pantai drini ini kita seakan memasuki daerah yang sangat terpencil. Karena letak Pantai drini tersebut diapit oleh dua bukit yang sangat besar dan bukit-bukit kecil lainnya.

Sesampai disana saya sangat takjub dengan pemandangan Pantai Drini yang sangat indah, asri dan pantainya yang sangat perawan. Hamparan pasir putih yang indah, disinari oleh cahaya alam dan kesejukan udara pantai. Tidak seperti banyak pantai yang ada dipulau Jawa lainnya seperti dipantai Parangtritis, anyer, ancol dan lain-lainnya yang sangat kotor dan tidak dijaga kebersihannya. Keadaan di pantai Drini sangatlah bersih, hamparan pasir putih yang terbentang luas, kejernihan lautnya sehingga kita bisa melihat dengan jelas karang dan rumput lautnya.

Dengan diapitnya pantai drini oleh bukit-bukit yang sangat besar, seakan pantai ini terisolasi dengan dunia luar. Bukit bukit karangnya membentuk arsitektural alam yang sangat indah, mungkin kita akan teringat akan keindahan tanah lot di bali. Seperti inilah bentuk bukit bukit karang yang ada di pantai drini.

Yang tidak kalah menariknya adalah, banyaknya biota laut. Di Pantai Drini ini kita bisa melihat dengan jelas rumput-rumput laut diantara karang-karang laut, dan biota laut lainnya.

Yang sangat menarik perhatian saya, banyak Anak anak kecil yang terlihat asyik membawa kantung plastik, Ternyata mereka mencari ikan laut yang cantik dan berwarna warni dengan beraneka macam keindahan coraknya.

Yang saya sangat sukai di pantai Drini diantara pantai-pantai lain Di P Jawa maupun pantai Di Bali, seperti umumnya cuaca di pantai-pantai adalah cuaca dengan sinar matahari yang sangat terik dan panas. tetapi hal seperti ini tidak saya alami di Pantai Drini, hawa Pantai Drini sangat sejuk, dan air lautnya yang dingin tidak seperti air laut dipantai yang lain. Dan udara pantai yang sangat sejuk dan air laut yang dingin. Sehingga membuat saya betah untuk berlama lama dan bersantai ditepi pantai.

video

Kehidupan nelayan Di pantai ini juga alami, kehidupan sehari hari nelayan Di pantai ini dengan mencari ikan ditengah laut dan keteraturan mereka dalam mencari ikan. Membuat suasana pantai menjadi sangat lengkap, mereka sangat ramah dan sopan terhadap turis-turis yang datang. Dan sangat senang bisa mengobrol dengan mereka, Saya juga sempat berbicara dengan Pak Wardiman salah satu nelayan yang tinggal disana, dia bercerita kalau musim menjaring ikan telah lewat. Mereka biasanya memancing dikarang, bisa memancing gurita disela sela karang atau menangkap cacing laut dengan alat pancing yang mirip dengan senjata clurit untuk mengail cacing laut tersebut.

Tidak terasa hari sudah semakin gelap, ingin rasanya menikmati Sunset di Pantai Drini yang elok ini. Tetapi kami tidak dapat menikmati sunset tersebut, karena mentari sore terhalang oleh bukit-bukit yang mengelilingi pantai drini tersebut. Dan karena kami menempuh perjalanan menaiki kendaraan bermotor, kami takut juga kalau pulang terlalu malam. Karena kita harus menyusuri bukit yang berkelok kelok dan diwaktu malam penerangan dan rambu jalan yang kurang memadai. Sehingga mau tidak mau kita harus kembali ke jogja sore itu juga, senang sekali saya mendapat kesempatan menikmati kehidupan yang tidak berpolusi dan eloknya pantai Drini.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Makassar The Sailor City

Makassar The Sailor City

Foto dan Teks Barry Kusuma

Kota Makasar adalah salah satu kota yang berpengaruh di Indonesia dari dahulu kala sampai sekarang, Sejak abad ke 16 kota Makassar menjadi pusat perdagangan yang sangat dominan di Indonesia. Khususnya daerah timur, dan kemudia kota ini mennjadi salah satu kota yang terbesar di Asia Tenggara, Makassar dapat maju dan tumbuh berkembang pada saat itu karena Raja – raja makasar menetapkan kebiijakan perdagangan bebas yang ketat, dimana para pedagang yang ke Makassar berhak melakukan perdagangan yang bebas disana. Dan penguasa pada saat itu menolak VOC(belanda) untuk memperoleh hak monopoli, tidak hanya itu kota Makassar menjadi sangat independen karena didukung oleh pemerintahan Islam dengan dikelola sistem yang sangat baik, selain itu sikap toleran yang ditunjukkan Masyarakat Makassar terhadap agama lain. Walaupun Islam agama yang utama didaerah tersebut, pemeluk Agama Kristen dan pemeluk kepercayaan lain dapat berdagang dengan bebas diwilayah tersebut. Bahkan mereka dilindungi dan dijaga, karena hal ini yang menyebabkan Makassar menjadi pusat perniagaan penting bagi orang – orang melayu yang berada dikepulauan Maluku, dan menjadi tempat yang penting bagi pedagang – pedagang dari Eropa dan Arab.

Makassar juga mempunyai Pelabuhan yang sangat penting, sebagai tempat berlabuh dan tempat bertemunya para pedagang-pedagang dari berbagai macam penjuru. Pelabuhan ini sudah sangat terkenal sejak abad ke 16, tetapi pada saat itu belum mencapai kemajuan yang cukup berarti. Dan pelabuhan tersebut mencapai kemajuan yang signifikan setelah kerajaan Makassar menjadi kerajaan Islam dan menjadikan pelabuhan tersebut pelabuhan yang sangat terkenal dibenua timur dan Asia.

Pelabuhan yang sangat Terkenal yang sampai saat ini masih bertahan dan masih banyak aktivitasnya bernama Pelabuhan Paotere, pelabuhan ini terdapat dibagian utara kota Makassar yang merupakan bukti peninggalan kerajaan Gowa . pelabuhan ini berlokasi di kecamatan Ujung Tanah dan untuk mencapai kesana dari kota mencapai 20menit. Pelabuhan ini sangat terkenal karena pada abad 14 memberagkatkan 200 armada perahu phinisi ke Malaka. Sampai saat ini Pelabuhan Paotere masih dipakai sebagai pelabuhan perahu rakyat seperti kapal Phinisi dan lambo. Dan saat ini juga menjadi pusat perdagangan nelayan dan masyarakat sekitar, disekitar jalan menuju pelabuhan ini banyak sekali toko toko yang menjual berbagai macam ikan, perlengkapan nelayan, dan restoran restoran khusus seafood.

Kota Makassar yang pernah bernama kota Ujung Pandang ini adalah wilayah kerajaan Gowa dan kerajaan Tallo, yang terletak dipesisir pantai sebelah barat semenanjung sulawesi selatan. Pada awalnya merupakan kota yang kecil yang didiami oleh suku Makassar dan Bugis yang sangat dikenal oleh dunia sebagai pelaut yang handal dan ulung dengan perahu Phinisinya.

Seiring dengan majunya perkembangan Kota Makasar sebagai pusat perdagangan di Indonesia Timur, hal ini membuat VOC(belanda) semakin berambisi untuk merebut kota ini menjadi wilayahnya. Karena hak akan monopoli membuat belanda mempunyai keuntungan yang sangat besar. Perdagangan kota Makasar menurun seiring semakin kuatnya pengaruh dan peranan Belanda diwilayah tersebut, dan lama kelamaan mereka menerapkan monopoli perdagangan rempah rempah sesuai dengan keinginan mereka. Pada tahun 1667 Belanda dibantu oleh pangeran Bugis yang bernama Arung Palaka, menyerang dan merebut Makassar. Sehingga mereka menghapus status Makassar sebagai kota yang Independen menjadi dibawah Monopoli VOC ( belanda ). Sebelum belanda menduduki kota Makassar, para pedagang bebas berdagang dan mendapatkan perlindungan yang sama dari kerajaan. Ini merupakan puncak tertinggi dari masyarakat Madani, yang pada saat itu dipelopori oleh kerajaan Makassar.

Setelah Belanda menduduki kota Makassar, mereka membangun benteng yang untuk memperingati syarat perdamaian. Dan sebagai gudang rempah rempah dan pusat administrasi yang mengatur segala hal yang berhubungan dengan kota Makassar, Benteng ini dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang atau Fort Rotterdam. Benteng ini terletak di Kecamatan Ujung Pandang, benteng ini dinamai Fort Rotterdam karena untuk memperingati kota kelahiran sang pemenang perang Makassar yaitu Admiral Speelman. Setelah dirombak total pada tahun 1673 akhirnya benteng ini dibangun kembali dengan model benteng pertahanan. Dan selama 300 tahun benteng ini merupakan pusat Pemerintahan Belanda di Sulawesi Selatan, dan dibangun kembali gudang perdagangan, gudang senjata dan tentara. Serta kantor kantor administrasi belanda. Baru setelah tahun 1937 benteng ini diserahkan untuk keperluan sipil sebagai pusat budaya dan kesenian. Dan sampai pada saat ini benteng ini kita dapat menikmatinya setelah direhabilitasi dan sekarang tempat ini menjadi salah satu objek wisata yang sangat menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dalam dan luar negeri.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Kota Gedhe


KOTA GEDHE

Foto dan teks Barry Kusuma

Kota Gedhe salah satu lokasi kota kuno yang merupakan peninggalan kerajaan dan dan istana mataram islam yang masih tersisa dan terawat dengan baik di Yogyakarta, Kota Gedhe hanya berjarak 4 kilometer dari pusat kota jogja. Lokasi kota tua ini banyak dikenal orang dengan sebutan Kota Gedhe, untuk mencapai lokasi ini sangatlah mudah, karena hampir semua orang asli Yogya mengetahui Kota Gedhe ini termasuk tentunya Pemandu wisata. Untuk melakukan perjalanan ke Kota Gedhe ini dengan memakai angkutan umum kita dapat menaiki bis dari terminal Umbulharjo, dan dapat mencapai kesana kurang dari 25menit. Selain lokasi kota kuno yang terdapat di sini adalah banyaknya cinderamata Perak bakar yang dibuat langsung oleh pengrajin disana. Dan kita pun dapat melihat langsung cara pembuatan perak bakar oleh pengrajinnya.

Yang sangat identik dan unik dari kota Gedhe adalah banyaknya pengrajin perak bakar disekitar Kota Gedhe yang menyandarkan hidupnya hanya dari Kerajinan perak bakar ini, dan yang paling menarik adalah pekerjaan ini adalah turun menurun karena dahulu kala pemenuhan perhiasan dan perlengkapan lainnya untuk kebutuhan Sultan, keluarga dan Kerajaan. Sehingga pekerjaan pengrajin perak merupakan wasiat yang diturunkan oleh nenek moyang mereka, sehingga sekarang dapat kita lihat banyaknya pengrajin dan toko perak bakar yang terdapat dipinggiran jalan Kota Gedhe.

Ciri khas lainnya yang masih dipertahankan sampai sekarang adalah pekerjaan barang perak yang dikerjakan secara manual, sehingga barang perak yang terdapat dan dijual disini memiliki nilai jual seni yang tinggi. Karena dari jaman dahulu para pengrajin perak ini mengandalkan ketrampilan tangan , yang dimulai dari lempengan perak yang ditempa secara perlahan dan dikerjakan secara teliti.

Bangunan – bangunan tua yang terdapat dikota Gedhe merupakan saksi sejarah pernah adanya kerajaan mataram islam, dilokasi ini juga terdapat Kompleks pemakaman Keluarga Kerajaan Kota Gedhe atau yang biasa disebut Makam Sapto Renggono. Dimakam ini banyak aturan atau larangan yang tidak boleh dilanggar oleh orang luar, yang salah satunya tidak diperbolehkannya orang luar untuk melihat makam dalam kompleks pemakaman Sultan dan hanya keluarga dan kerabat dari kerajaan yang diperbolehkan untuk masuk. Dimakam ini disemayamkan Pendiri Kerajaan Mataram yang diberi gelar Penembahan Senopati yaitu leluhur atau nenek moyang dari Sultan-sultan.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Desa Tenganan Bali

Tenganan, Romansa Bali Dahulu Kala.

foto dan Teks Barry Kusuma


Tenganan adalah desa yang mempunyai keunikan sendiri diBali, desa yang terletak cukup terpencil dan terletak dikabupaten karangasem. Untuk mencapai desa ini melalui jalan darat dan berjarak sekitar 60km dari pusat kota Denpasar, Bali. Desa ini sangatlah tradisional karena dapat bertahan dari arus perubahan jaman yang sangat cepat dari teknologi. Walaupun sarana dan prasarana seperti listrik dll masuk ke Desa Tenganan ini, tetapi rumah dan adat tetap dipertahankan seperti aslinya yang tetap eksotik. Ini dikarenakan Masyarakat Tenganan mempunyai peraturan adat desa yang sangat kuat, yang mereka sebut dengan awig-awig yang sudah mereka tulis sejak abad 11 dan sudah diperbaharui pada Tahun 1842.


video


Desa tenganan mempunyai luas area sekitar 1.500.000 hektar, ketika tempat wisata – wisata yang lain dibali berkembang pesat seperti Pantai Kuta, Pantai Amed, yang sangat meriah dengan kehadiran Hotel, Pantai, Café, dan kehidupan malamnya. Desa Tenganan tetap saja berdiri kokoh tidak peduli dengan perubahan jaman dengan tetap bertahan dengan tiga balai desanya yang kusam dan rumah adat yang berderet yang sama persis satu dengan lainnya. Dan tidak hanya itu didesa ini keturunan juga dipertahankan dengan perkawinan antar sesama warga desa. Oleh karena itu Desa Tenganan tetap tradisional dan eksotik, walaupun Masyarakat Tenganan menerima masukan dari dunia luar tetapi tetap saja tidak akan cepat berubah, karena peraturan desa adat /awig-awig mempunyai peranan yang sangat penting terhadap masyarakat Desa Tenganan.

Untuk memasuki desa Tenganan sangatlah unik, sebelum masuk ke area Desa Tenganan. Kita akan melalui sebuah loket, disitu kita tidak diharuskan membayar. Memang karena tidak ada tiket/karcis yang dijual, tapi kita memberikan sumbangan sukarela berapa saja seikhlas kita ke petugas dibangunan kayu yang semipermanen, sebelum masuk wisatawan harus melalui gerbang yang cukup sempit yang hanya cukup dilewati oleh satu orang. Penghasilan penduduk Desa Tenganan juga tidak jelas berapa pendapatannya, karena disana masih menggunakan sistem barter diantara warganya.disana banyak tanaman, sawah, kerbau yang bebas berkeliaran dipekarangan mereka.

Untuk mendongkrak potensi wisata mereka, Penduduk Desa Tenganan banyak yang menjual hasil kerajinan tangannya ke turis. Artshop juga dapat kita lihat begitu kaki kita melangkah kepintu masuk, mereka menjual banyak kerajinan. Seperti Anyaman bambu, ukir-ukiran, lukisan mini yang diukir diatas daun lontar yang sudah dibakar, dan yang paling terkenal adalah kain geringsing. Kain ini sangatlah unik karena dengan sekilas memandang kita dapat langsung mengetahui kalau kain tersebut memang buatan tangan. Kain ini termasuk mahal, dan hanya diproduksi di desa tenganan saja. Waktu pengerjaannya pun memerlukan waktu yang cukup lama, karena karena warna – warna yang terdapat dikain gringsing ini berasal dari tumbuh-tumbuhan dan memerlukan perlakuan khusus. Walaupun banyak wisatawan yang semakin lama semakin banyak untuk datang didesa ini, namun sayang belanja suvenir mereka masih kurang. Ungkap I Made pelukis lukisan mini diatas daun lontar.

Berada di desa ini kita merasakan suasana yang aman dan damai, para penduduk desanya yang sangat ramah dan bersahabat. Kita dapat berkeliling areal desa tersebut dan menyaksikan aktivitas mereka sehari hari. Saat yang paling tepat kita berada disana pada saat sore hari, karena pada sore hari biasanya mereka penduduk desa Tenganan sudah melakukan aktivitasnya. Dan berkumpul didepan rumahnya masing-masing, dan tak ayal mereka keluar dan berkumpul bersama para penduduk yang lain. Dan pada saat ini kita dapat menyaksikan dan melihat tingkah laku dan adat budaya tradisional mereka yang amat kental. Maka pantaslah jika mereka disebut dengan sebutan BaliAga / Asli.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Penglipuran Village, Bali Indonesia.


Desa Penglipuran

Desa Adat Tradisional Bali yang Unik dan Eksotik.

Foto dan Teks Barry Kusuma



Desa adat Penglipuran berlokasi pada kabupaten Bangli yang berjarak 45 km dari kota Denpasar, Desa adat yang juga menjadi objek wisata ini sangat mudah dilalui. Karena letaknya yang berada di Jalan Utama Kintamani – Bangli.
Desa Penglipuran ini juga
tampak begitu asri, keasrian ini dapat kita rasakan begitu memasuki kawasan Desa. Pada areal Catus pata yang merupakan area batas memasuki Desa Adat Penglipuran, disana terdapat Balai Desa, fasilitas masyarakat dan ruang terbuka untuk pertamanan yang merupakan areal selamat datang.

Desa ini merupakan salah satu kawasan pedesaan di Bali yang memiliki tatanan yang teratur dari struktur desa tradisional, perpaduan tatanan tradisional dengan banyak ruang terbuka pertamanan yang asri membuat desa ini membuat kita merasakan nuansa Bali pada dahulu kala. Penataan fisik dan struktur desa tersebut tidak lepas dari budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat Adat Penglipuran dan budaya masyarakatnya juga sudah berlaku turun temurun.

Keunggulan dari desa adat penglipuran ini dibandingkan dengan desa-desa lainnya di Bali adalah, Bagian depan rumah serupa dan seragam dari ujung utama desa sampai bagian hilir desa. Desa tersusun sedemikian rapinya yang mana daerah utamanya terletak lebih tinggi dan semakin menurun sampai kedaerah hilir. Selain bentuk depan yang sama, adanya juga keseragaman bentuk dari bahan untuk membuat rumah tersebut. Seperti bahan tanah untuk tembok dan untuk bagian atap terbuat dari penyengker dan bambu untuk bangunan diseluruh desa.

Karena Desa Penglipuran terletak didataran yang agak tinggi, suasana terasa cukup sejuk. Selain suasana pertamanan yang asri tetapi juga sangat ramahnya penduduk desa terhadap tamu yang datang. Banyak wisatawan yang datang dapat menikmati suasana desa dan masuk kerumah mereka untuk melihat kerajinan – kerajinan yang penduduk desa buat. Sehingga untuk tinggal berlama lama disini sangatlah menyenangkan.Desa Adat Penglipuran ini termasuk desa yang banyak melakukan acara ritual, sehingga banyak sekali acara yang diadakan didesa ini seperti pemasangan dan penurunan odalan, Galungan dll.

video

Memang Saat yang sangat tepat untuk datang kedesa ini adalah pada acara tersebut berlangsung, sehingga kita dapat melihat langsung keunikan dan kekhasan dari desa penglipuran ini. Walaupun anda tidak sempat datang pada saat acara tersebut diatas, anda dapat menikmati suasana desa pada sore hari. Karena pada saat sore umumnya penduduk desa keluar rumah setelah selesai melakukan aktifitas rutin mereka dipagi dan siang hari, merek keluar untuk berkumpul bersama sama penduduk desa yang lain dan para pria pada saat sore hari mengeluarkan ayam jago kesayangan mereka dan tidak jarang mereka melakukan tajen/adu ayam tetapi tanpa pisau dikakinya. Sambil menunggu datangnya senja anda dapat menikmati Bubur Ayam diwarung Pak Made yang sangat bersih dan murah meriah dan berbaur bersamapenduduk desa adat penglipuran merupakan pengalaman yang tidak akan saya lupakan.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Dieng Plateu


Dataran Tinggi Dieng
foto dan teks Barry Kusuma


Dieng Salah satu Tujuan Wisata Dataran Tinggi diJawa Tengah, yang sangat unik di Dieng adalah dataran tinggi yang curam dan terjal tetapi ditanami oleh berbagai macam tanaman dan sayuran. Sejak dahulu kawasan dataran tinggi dieng yang terletak di kabupaten Wonosobo ini dikenal sebagai pusat berbagai macam tanaman dan sayuran, selain itu suasana pagi Dieng terasa sangat sejuk dan kita tidak tahu kapan kabut turun yang membuat suasana menjadi lebih mistis.

Eksotika Pemandangan kawasan ini sudah tidak diragukan lagi, ada banyak objek Landscape yang dapat anda nikmati. Seperti Telaga Warna salah satu telaga yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, disini kita bisa menikmati 3 macam telaga biru, hijau dan coklat. Walaupun masih banyak telaga yang lain seperti telaga Merdada, Sumurup dan Pengilon.

Selain objek wisata Telaga dan pemandangan, kita bisa menikmati objek Arsitektur Sejarah. Disini terdapat situs reruntuhan candi purbakala hindu yang konon dibangun bersamaan dengan zaman dengan dibangunnya Candi Borobudur, sekitar abad ke-8 Masehi, dulu merupakan pusat penyebaran agama Hindu pertama di Jawa Tengah. Para ahli arkeolog yakin komunitas hindu didataran tinggi dieng adalah awal lahirnya Dinasty Syailendra yang pada jamannya membangun candi yang monumental dalam sejarah. Selain reruntuhan candi kita juga menemukan reruntuhan sisa – sisa kerajaan masa lampau. Yang unik, candi-candi disekitar dieng ini dinamai tokoh-tokoh pewayangan Pandawa Lima. Ada empat kelompok candi yakni kelompok Candi Dwarawati dan Parikesit, kelompok Candi Dwarawati Timur, kelompok Candi Setyaki, Ontorejo, Petruk, Nala Gareng, dan Nakula-Sadewa, serta kelompok Candi Arjuna, Semar, Sembodro, Puntadewa, dan Srikandi.Kelompok bangunan candi dieng ini terletak pada ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut dan ditemukan pada sekitar tahun 1800.

video

Kawah didataran tinggi Dieng tergolong masih aktif, karena masih mengeluarkan belerang panas dan beberapa ada yang beracun. Jika anda tertarik untuk mengunjungi beberapa kawah yang terdapat di kawasan ini sebaiknya menanyakan kepada penduduk sekitar, kawah mana saja yang cukup aman dikunjungi. Salah satu kawah yang terkenal adalah kawah candradimuka, yang dinamai menurut cerita Gatot Kaca dilebur dikawah tersebut. Jalan untuk menuju tempat ini sangatlah menanjak dan jalan yang berliku sangat tajam.

Dataran Tinggi dieng hanya mempunyai satu akses masuk, yaitu dari wonosobo jika ingin kesini anda harus melewati daerah ini terlebih dahulu. Sedangkan jika anda dari arah Yogyakarta sebaiknya dari arah magelang dan terus ke wonosobo. Dan bersiaplah menikmati pesona alam Dieng yang Eksotik. ( lihat foto travel lainnya www.capturefoto.net )

Tips n Trik :

1. sebaiknya ke kawasan dieng anda sampai sebelum matahari terbit, karena cuaca dieng termasuk unik. Selain menikmati Sunrise dari balik dataran tinggi pegunungan cuaca bagus disini sangat cepat, mungkin karena iklim pegunungan yang cepat berubah dan sering turun kabut secara tiba-tiba.

2. kondisi cuaca yang sangat baik disini dari jam 6 sampai jam 9 pagi, jadi persiapkan diri anda mau keobjek mana saja dalam waktu 3 jam.

3. panorama yang eksotik, anda banyak membutuhkan lensa sudut lebar(wide) seperti 12-24mm, 18-70mm dll. Karena disini terdapat banyak sekali pemandangan yang memukau.

4. tidak banyak objek human interest disini, tetapi untuk berjaga jaga. Ada baiknya anda mempersiapkan lensa tele 80-200mm atau semi 24-120mm. anda bisa mempergunakan untuk mengambil petani atau human interest dipasar.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Bledug Kuwu

Bledug Kuwu

Foto dan Teks Barry Kusuma

Alam indonesia kita sangatlah kaya akan keanekaragaman alam dan budaya, banyak sekali tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia ini yang tidak banyak orang tahu, salah satunya adalah Tempat Wisata Bledug Kuwu yang ada didaerah Purwodadi Jawa Tengah.

Tempat wisata yang satu ini sangatlah unik, sangat berbeda dengan tempat wisata-wisata lainnya, tempat wisata ini bernama Bledug Kuwu. Jika di Amerika Serikat kita dapat menjumpai SALT LAKE (padang garam) yang berasal dari dangkalan laut kemudian berubah menjadi daratan luas, dan pada saat ini daratan tersebut sering digunakan sebagai ajang pengujian kendaraan tercepat didunia. Lain halnya dengan dangkalan laut yang terdapat di Indonesia, sekaligus merupakan keajaiban alam yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain, namanya bledug kuwu, letaknya disamping desa kluwu, kecamatan kradenan kabupaten grobogan, juga karena suaranay yang secara periodik meletupkan bunyi bledug(seperti meriam yang terdengar dari kejauhan)dari gelembung lumpur bersamaan dengan keluarnya asap, gas dan air garam. Melalui proses tersebut menjadikan daratan bledug yang dulunya berada didasar laut, sekarang menjadi daratan yang mempunyai ketinggian kurang lebih 53m dari permukaan laut. Luas arealnya 45Ha dengan suhu minimum 31derajat celcius.

Untuk melalui Tempat Wisata Bledug kuwu ini kita harus menempuh jalan darat, dari semarang melalu purwodadi sampai ke desa Kluwu. Selama perjalanan kita disuguhi banyak sekali pemandangan alam yang sangat indah, hamparan sawah yang hijau dan langit yang biru. Pemandangan bukit-bukit yang begitu indah, sehingga perjalanan untuk menuju tempat wisata ini tidaklah terasa membosankan. Karena mata kita sangat segar karena memandang pemandangan alam yang serba hijau dan indah.

Sesampai di Bledug Kuwu, ada perbedaan yang sangat mencolok. Selama perjalanan kita disuguhi oleh pemandangan alam yang indah dan subur, tetapi sangat bertolak belakang dengan Bledug Kuwu. Daerah yang sangat tandus, panas, dan tidak subur. Tetapi ini menjadikannya sangat indah, dua sisi yang berbeda. Selain menikmati keindahan wisata Bledug Kuwu, ternyata disana banyak sekali penduduk desa yang mencari nafkahnya dari Bledug Kuwu sebagai petani garam. Dari sumber air garam bledug kuwu, petani garam mengolahnya hingga menjadi garam dapur. Kemashyuran rasa garam gledug kuwu pernah tercatat dalam sejarah keraton surakarta. Hal ini dapat dibuktikan melalui berbagai keterangan dari masyarakat sekitarnya. Didaerah ini terdapat gunungan-gunungan kecil yang puncaknya mengeluarkan lumpur berwarna kekuning kuningan.

Bledug Kuwu mempunyai keistimewaan tersendiri, apabila dilihat dari peta geologi Dr AJ Panekoek, bahwasanya tanah-tanah yang ada bledugnya adalah jenis Aluvial Plains(tanah endapatan atau tanah mengendap) bersamaan dengan meletupnya bledug, keluarlah uap, gas dan air garam. Suara bledug terjadi karena muntahnya kawah yang berupa lumpurdengan warna kelabu atau kelabu kehitam hitaman, tetapi kalau dicampur dengan air maka akan menjadi putih. Apabila diendapkan air endapan bledug kuwu adalah tanah kapur dan tepat sekali apabila disitu dulunya laut kemudian menjadi daratan, karena erosi dari gunung kapur sudah tentu tanah endapannya mengandung kapur.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Atraksi Debus Banten

"Debus Banten"

Foto dan Teks Barry Kusuma

Setelah mengucapkan mantra “haram kau sentuh kulitku, haram kau minum darahku, haram kau makan dagingku, urat kawang, tulang wesi, kulit baja, aku keluar dari rahim ibunda. Aku mengucapkan kalimat la ilaha illahu. Maka pada saat itu juga ia menusukkan golok tersebut ke paha, lengan, perut dan bagian tubuh lainnya. Pada saat atraksi tersebut iapun menyambar leher anak kecil sambil menghunuskan goloknya ke anak tersebut. Anehnya bekas sambaran golok tersebut tidak ada meninggalkan luka yang sangat berbahaya bagi anak tersebut.

Atraksi yang sangat berbahaya tersebut biasa kita kenal dengan sebutan Debus, Konon kesenian bela diri debus berasal dari daerah al Madad. Semakin lama seni bela diri ini makin berkembang dan tumbuh besar disemua kalangan masyarakat banten sebagai seni hiburan untuk masyarakat. Inti pertunjukan masih sangat kental gerakan silat atau beladiri dan penggunaan senjata. Kesenian debus banten ini banyak menggunakan dan memfokuskan di kekebalan seseorang pemain terhadap serangan benda tajam, dan semacam senjata tajam ini disebut dengan debus.

Kesenian ini tumbuh dan berkembang sejak ratusan tahun yang lalu, bersamaan dengan berkembangnya agama islam di Banten. Pada awalna kesenian ini mempunyai fungsi sebagai penyebaran agama, namun pada masa penjajahan belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa. Seni beladiri ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan rakyat banten melawan penjajahan yang dilakukan belanda. Karena pada saat itu kekuatan sangat tidak berimbang, belanda yang mempunyai senjata yang sangat lengkap dan canggih. Terus mendesak pejuang dan rakyat banten, satu satunya senjata yang mereka punya tidak lain adalah warisan leluhur yaitu seni beladiri debus, dan mereka melakukan perlawanan secara gerilya.

Debus dalam bahasa Arab yang berarti senjata tajam yang terbuat dari besi, mempunyai ujung yang runcing dan berbentuk sedikit bundar. Dengan alat inilah para pemain debus dilukai, dan biasanya tidak dapat ditembus walaupun debus itu dipukul berkali kali oleh orang lain. Atraksi atraksi kekebalan badan ini merupakan variasi lain yang ada dipertunjukan debus. Antara lain, menusuk perut dengan benda tajam atau tombak, mengiris tubuh dengan golok sampai terluka maupun tanpa luka, makan bara api, memasukkan jarum yang panjang ke lidah, kulit, pipi sampai tembus dan tidak terluka. Mengiris anggota tubuh sampai terluka dan mengeluarkan darah tetapi dapat disembuhkan pada seketika itu juga, menyiram tubuh dengan air keras sampai pakaian yang melekat dibadan hancur, mengunyah beling/serpihan kaca, membakar tubuh. Dan masih banyak lagi atraksi yang mereka lakukan.

Dalam melakukan atraksi ini setiap pemain mempunyai syarat syarat yang berat, sebelum pentas mereka melakukan ritual ritual yang diberikan oleh guru mereka. Biasanya dilakukan 1-2 minggu sebelum ritual dilakukan. Selain itu mereka juga dituntut mempunyai iman yang kuat dan harus yakin dengan ajaran islam. Pantangan bagi pemain debus adalah tidak boleh minum minuman keras, main judi, bermain wanita, atau mencuri. Dan pemain juga harus yakin dan tidak ragu ragu dalam melaksanakan tindakan tersebut, pelanggaran yang dilakukan oleh seorang pemain bisa sangat membahayakan jiwa pemain tersebut.

Menurut beberapa sumber sejarah, debus mempunyai hubungan dengan tarekat didalam ajaran islam. Yang intinya sangat kental dengan filosofi keagamaan, mereka dalam kondisi yang sangat gembira karena bertatap muka dengan tuhannya. Mereka menghantamkan benda tajam ketubuh mereka, tiada daya upaya melainkan karena Allah semata. Kalau Allah tidak mengijinkan golok, parang maupun peluru melukai mereka. Dan mereka tidak akan terluka.

Pada saat ini banyak pendekar debus bermukim dikecamatan Walantaka, keragilan dan wilayah serang. Yang sangat disayangkan keberadaan debus makin lama kian berkurang, dikarenakan para pemuda lebih suka mencari mata pencaharian yang lain. Dan karena memang atraksi ini juga cukup berbahaya untuk dilakukan, karena tidak jarang banyak pemain debus yang celaka karena kurang latihan maupun ada yang “jahil” dengan pertunjukan yang mereka lakukan. Sehingga semakin lama warisan budaya ini semakin punah. Dahulu kita bisa menyaksikan atraksi debus ini dibanyak wilayah banten, tapi sekarang atraksi debus hanya ada pada saat event – event tertentu. Jadi tidak setiap hari kita dapat melihat atraksi ini. Warisan budaya, yang makin lama makin tergerus oleh perubahan jaman.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma

Candi Boko

“Keindahan Yang Tersembunyi”

foto dan teks By Barry Kusuma

Jika anda sedang bertamasya ke Candi Prambanan, tidak ada salahnya anda mampir ke candi Boko. Candi Boko berada dikawasan wisata budaya, yang berjarak 3 km dari arah selatan kompleks candi prambanan. Situs candi boko ini masuk dalam kecamatan prambanan, kabupaten sleman Yogyakarta. Anda dapat kesana dengan sarana angkutan apa saja, jika anda mengendarai kendaraan bermotor dari arah pusat kota Yogyakarta akan menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit. Situs candi boko ini sangat indah, karena situs ini terletak diatas bukit. Dan kita dapat menikmati panorama alamnya yang cantik, situs ratu boko terletak diatas bukit pada ketinggian 195.97 meter, dengan luas sekitar 250.000 meter persegi, dipuncak bukit ini anda dapat melihat pemandangan yang indah. Karena kita dapat melihat dengan jelas Gunung Merapi yang selalu mengeluarkan asap yang terletak membelakangi Candi Prambanan dan Candi Sewu, tidak hanya itu diarah selatan anda dapat melihat panorama keindahan perbukitan dengan penuh dengan warna bangunan candi.


Yang tidak kalah menariknya adalah suasana Sore menjelang malam, atau yang biasa kita sebut dengan sunset. Matahari tenggelam di Candi boko ini sangatlah menarik, karena kita dapat melihat jelas saat matahari tenggelam. Pemugaran Candi boko pernah dilakukan sejak tahun 1938 sejak jaman penjajahan belanda, usaha itu kemudian dilanjutkan Pemerintah Indonesia sejak tahun 1952. dan sampai saat ini situs candi boko merupakan salah satu objek wisata yang menakjubkan, karena dikelola secara profesional oleh pemerintah daerah setempat. Selain anda dapat menikmati keindahan alamnya yang indah dan unik, disana juga dibangun banyak fasilitas seperti pusat informasi, ruang pamer, gardu pandang untuk menikmati keindahan alam dan candi prambanan, kamar mandi, fasilitas perkantoran. Selain itu dibangun juga fasilitas – fasilitas yang lain seperti tempat parkir, camping area, taman dan yang sangat penting adalah jalan utama untuk langsung ke Candi boko ini. Sehingga anda dapat dengan nyaman menikmati keindahan dan wisata candi boko ini.

Photo & Text by Barry Kusuma

Add FB : http://www.facebook.com/barrykusuma

Add Twitter : @barrykusuma